Rabu, 07 Oktober 2026
18:12 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara
Guantanamera

Guantanamera

Bagikan:
250px-Jose%C3%ADto_Fern%C3%A1ndez.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Guantanamera adalah lagu kuba yang paling terkenal serta nyanyian patriotik.

"Guantanamera" ("Gadis dari Guantánamo") barangkali adalah lagu Kuba yang paling terkenal serta nyanyian patriotik yang paling termasyhur dari negeri itu. Kata-katanya didasarkan pada bagian pertama puisi Bait-bait Sederhana karya penyair nasionalis Kuba terkenal José Martí, yang diadaptasi oleh Julián Orbón. Musiknya dikarang oleh José Fernández Díaz. Lagu ini banyak versinya, tetapi yang definitif adalah lagu yang mengandung satu bait oleh Martí dari puisinya "Yo soy un hombre sincero" ("Aku seorang yang tulus").

Nyanyian ini telah dibawakan oleh banyak penyanyi dan kelompok. Orang-orang Kuba seperti Celia Cruz dan Dámaso Pérez Prado memperkenalkan lagu ini ke Amerika Utara, meskipun banyak orang di Amerika Serikat pertama kali mendengar lagu ini dibawakan pada tahun 1960-an oleh para penyanyi lagu rakyat seperti Pete Seeger, The Weavers dan Joan Baez. Pemimpin band jazz Latin, Tito Puente juga pernah merekamnya. Lagu ini pernah dibawakan oleh para musisi jazz seperti Paul Winter Consort, maupun oleh para pemusik ringan seperti 101 Strings Orchestra. Versi-versi lainnya dibawakan oleh Los Lobos, Jose Feliciano, Julio Iglesias, oleh Yellowman sebagai lagu dancehall, versi instrumental oleh The Ventures dan versi bahasa Prancis oleh Joe Dassin dan Nana Mouskouri. Pemusik hip hop, Wyclef Jean membuat remix lagu ini pada 1997.

Untuk merayakan hari ulang tahun ke-80 Fidel Castro esok harinya, pada tanggal 12 Agustus 2006 di sebuah konser di Havana, "Guantanamera" dibawakan sebagai lagu penutupnya dengan bait-bait yang merujuk kepada Castro. Lagu ini dibawakan oleh sebuah kelompok dengan anggota-anggotanya dari Bamboleo, Pedrito Calvo dan berbagai kelompok lainnya.

Kata-katanya

Yo soy un hombre sincero            Aku orang yang tulus
De donde crece la palma             Dari tempat nyiur bertumbuh
Y antes de morirme quiero           Dan sebelum ajalku tiba
Echar mis versos del alma           Kuingin ungkapkan sajak jiwaku
Guantanamera, guajira Guantanamera  Gadis dari Guantanamo, gadis desa
                                    Guantanamo
Mi verso es de un verde claro       Baitku ini hijau muda
Y de un carmín encendido            Tapi kini merah menyala
Mi verso es un ciervo herido        Baitku adalah rusa terluka
Que busca en el monte amparo        Yang berlindung di pegunungan
Guantanamera, guajira Guantanamera
Cultivo una rosa blanca             Aku menanam mawar putih
En julio como en enero              Di bulan Juli seperti juga Januari
Para el amigo sincero               Untuk sahabat yang jujur
Que me da su mano franca            Yang menyambut dengan ramah
Guantanamera, guajira Guantanamera
Con los pobres de la tierra         Dengan si miskin di muka bumi
Quiero yo mi suerte echar           Ku ingin berbagi peruntunganku
El arroyo de la sierra              Mata air dari pegunungan
Me complace más que el mar          Lebih kusukai daripada lautan
Guantanamera, guajira Guantanamera

Lainnya

Guantanamera juga merupakan judul film dari Kuba (1995), dengan sutradara Tomás Gutiérrez Alea dan Juan Carlos Tabío.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan