Jumat, 23 Oktober 2026
07:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Kompyang

Kompyang

variasi makanan khas Tiongkok

Bagikan:
250px-%E9%A6%AC%E7%A5%96-%E7%B9%BC%E5%85%89%E9%A4%85.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kompia dari Fuzhou.

Kompia (光 饼; diucapkan Kom-pyang; Dialek Jian'ou : Guang-biang), adalah sejenis roti atau kue khas Tionghoa. Penyebaran penganan ini meluas di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.[1][2] Kompia berasal dari Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok.

Sejarah

Pada 1563, pahlawan Dinasti Ming, Qi Jiguang memimpin pasukannya ke Provinsi Fujian untuk berperang dengan perompak dari Jepang.[3] Qi Jiguang melihat bahwa para perompak Jepang selalu bisa melacak di mana pasukannya berkemah karena asap yang naik ke langit ketika prajurit menyiapkan makanan mereka, sedangkan dia mengetahui bahwa para perompak Jepang tidak punya masalah seperti itu, karena mereka membawa onigiri untuk kebutuhan makanan mereka. Sehingga dia membuat sebuah jenis kue untuk mendukung para pasukannya. Mayoritas orang yang berada di pasukannya adalah masyarakat yang tinggal di pesisir Provinsi Fujian. Supaya mudah dibawa saat perang, masing-masing kue diberi lubang di bagian tengah agar bisa diuntai bersama. Akhirnya, pasukan Qi Jiguang berhasil memenangkan pertempuran itu. Untuk mengenang Qi Jiguang (戚继光), kue ini diberi nama guang bing ("光饼"), bing' (饼) sendiri artinya kue.

Kompyang di Indonesia

Dalam proses memasak, kompyang dimasak menggunakan oven tandoor atau oven khas Timur Tengah. Dan di dalam oven diletakkan kayu bakar yang menyala dan adonan kompia ditempel di dalam dinding dinding oven bagian dalam.[4]

Referensi

  1. ↑ "Roti Kompyang, Bekal Saudagar China Jadi Makanan Khas ndonesia". merdeka.com. 1 September 2021. Diakses tanggal 4 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Mengenal Kompyang, Kuliner Tradisional Mirip Roti Burger". liputan6.com. 5 November 2019. Diakses tanggal 4 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Roti Kompyang, Bekal Saudagar China Jadi Makanan Khas Indonesia". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2021-09-01. Diakses tanggal 2022-10-17.
  4. ↑ "Roti Kompyang, Bekal Saudagar China Jadi Makanan Khas Indonesia". merdeka.com. 2021-09-01. Diakses tanggal 2022-10-17.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan