Senin, 19 Oktober 2026
05:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Guan Xing

Guan Xing

Bagikan:

Guan Xing (Hanzi: 關興)(193-234AD) adalah putra tertua Guan Yu. Sewaktu kecil ia gemar bermain dan merupakan anak yang periang. Ketika beranjak remaja sekitar 26 tahun, Guan Yu memimpin pasukan untuk menghadapi Cao Ren di Fan, dan ia disuruh mengirim kabar baik untuk Liu Bei bahwa ia berada di atas angin dan memegang pertempuran ini. Tak lama kemudian ia kehilangan ayahnya, dan memutuskan untuk bergabung dengan pasukan Liu Bei untuk menuntut balas kematian ayahnya, disana ia bersaing dengan Zhang Bao hingga akhirnya keduanya berkawan baik dan bersumpah saudara seperti ayah-ayah mereka.

Guan Xing berhasil membunuh Pan Zhang dan mengambil kembali senjata ayahnya, Green Dragon dari tangan Pan Zhang. Namun sayangnya ia tidak berhasil mendapatkan Red Hare karena kuda tersebut sudah mati, konon karena tidak mau makan setelah kematian Guan Yu.

Guan Xing kemudian menjadi salah satu andalan Zhuge Liang dalam misi kampanye konfrontasi dengan Wei Utara. Guan Xing tidak berumur panjang, ia meninggal pada saat usianya sekitar 40 tahunan karena sakit.

Meski memiliki istri, tetapi ia tidak memiliki seorang putra kandungpun. Maka Guan Xing mengangkat anak. Namun anak ini juga tidak memiliki anak kandung dan mengangkat anak. Pada jatuhnya Shu, Pang Hui yang membonceng pasukan Deng Ai mengumpulkan keturunan Guan Xing dan membunuhi mereka sampai habis. Dengan demikian Guan Yu tidak memiliki keturunan dari Guan Xing.

7ED55D27

40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan