Rabu, 28 Oktober 2026
13:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gramisidin

Gramisidin

senyawa kimia

Bagikan:
250px-Gramicidine_structure.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur gramisidina

Gramisidin adalah antibiotik yang berupa kompleks polipeptida.[1] Antibiotik ini awalnya di isolasi dari kultur Bacillus brevis.[1] Gramisidida berupa kristal pipih yang mirip seperti lensa atau kepala lembing.[1] serta dapat meleleh antara suhu 229 derajat hingga 230 derajat.[1] Gramisidina dapat larut dalam alkohol, asam asetat, dan piridina.[1] Apabila di dalam aseton kering dan dioksana, zat tersebut agak larut tetapi tidak larut sama sekali di dalam eter dan hidrokarbon.[1] Zat ini bermanfaat untuk antibakteri.[1] Obat yang beredar di Indonesia yang mengandung antibiotik gramisidina adalah agricilline, negralon, neosporin, dan sofradex.[1] Gramisida adalah antibiotik pentadecapeptide linear dengan berat molekul 1900.[2] Gramicidina berperan sebagai model yang sangat baik untuk saluran transmembran.[2] Campuran alami gramicidina sering dilambangkan sebagai gramicidin A.[2] Gramicidin A sudah tersedia secara komersial karena adanya residu triptofan.[2] Ia adalah salah satu dari urutan yang dikenal paling hidrofobik dan memiliki kelarutan sangat rendah dalam larutan air.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: Ichtiar Baru. hlm. 1163.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthor= diabaikan (|author= disarankan)
  2. 1 2 3 4 5 "The gramicidin ion channel: A model membrane protein". Science Direct. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-19. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan