Minggu, 18 Oktober 2026
03:36 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Gorizia dan Gradisca

Gorizia dan Gradisca

Bagikan:
Grafschaft Kepangeranan Gorizia dan Gradisca
Gefürstete Grafschaft Görz und Gradisca
1754–1919
Bendera Gorizia dan Gradisca
Bendera
Lambang Gorizia dan Gradisca
Lambang
Peta wilayah Küstenland yang terdiri dari Kota Kekaisaran Bebas Trieste (merah), Markgrafschaft Istria (ungu) dan Grafschaft Kepangeranan Gorizia dan Gradisca (hijau)
Peta wilayah Küstenland yang terdiri dari Kota Kekaisaran Bebas Trieste (merah), Markgrafschaft Istria (ungu) dan Grafschaft Kepangeranan Gorizia dan Gradisca (hijau)
StatusNegara bagian Kekaisaran Romawi Suci(hingga tahun 1806)
Tanah mahkota Kekaisaran Austria(hingga tahun 1867)
Tanah mahkota Cisleithania di Austria-Hungaria
Ibu kotaGorizia
Bahasa umumSlovenia, Italia, Friuli, Jerman
Agama Katolik Roma
PemerintahanKepangeranan
Kaisar Austria 
• 1848–1916
Franz Joseph I
• 1916–1918
Karl I
Landeshauptmann 
• 1870–1877
Francesco Coronini
• 1877–1883
Luigi Pajer de Monriva
• 1883–1899
Franz Graf von Coronini-Cronberg
• 1899–1913
Luigi Pajer de Monriva
Era SejarahSejarah modern
• Didirikan
4 Maret 1754
10 September 1919
Luas
18802.918 km2 (1.127 sq mi)
19102.918 km2 (1.127 sq mi)
Populasi
• 1880
211.000
• 1910
260.721
Didahului olehDigantikan oleh
Grafschaft Gorizia
Gradisca d'Isonzo
Venezia Giulia

Grafschaft Kepangeranan Gorizia dan Gradisca (bahasa Jerman:Gefürstete Grafschaft Görz und Gradisca; bahasa Italia:Principesca Contea di Gorizia e Gradisca; bahasa Slovenia:Poknežena grofija Goriška in Gradiščanska) adalah tanah mahkota Wangsa Habsburg yang terletak di wilayah Küstenland di pesisir Laut Adriatik. Wilayah ini kini terletak di daerah perbatasan Italia dengan Slovenia. Wilayah ini dinamai dari dua pusat kotanya, Gorizia dan Gradisca d'Isonzo.

Provinsi ini terletak di tepi Sungai Soča/Isonzo dari hulunya di Gunung Jalovec hingga Teluk Trieste di dekat Monfalcone.

Pendirian

Pada tahun 1500, Grafschaft Gorizia menjadi wilayah Wangsa Habsburg Austria setelah penguasa terakhir Gorizia dari Wangsa Meinhardiner yang bernama Leonhard meninggal tanpa penerus. Venesia sempat menguasai wilayah ini pada tahun 1508/09, tetapi Gorizia kemudian kembali menjadi wilayah Habsburg. Pada tahun 1647, Kaisar Ferdinand III mengangkat status kota Gradisca menjadi sebuah Grafschaft yang dianugerahkan kepada keturunan Pangeran Hans Ulrich von Eggenberg. Setelah Wangsa Eggenberg tidak lagi dikaruniai penerus laki-laki, Gradisca disatukan kembali dengan Gorizia pada tahun 1754, sehingga terbentuklah Grafschaft Gorizia dan Gradisca (Grafschaft Görz und Gradisca / Contea di Gorizia e Gradisca).

Pembubaran

Seusai Perang Dunia I, Austria-Hungaria dibubarkan dan wilayah Gorizia dan Gradisca diperebutkan oleh orang-orang Italia dan Slovenia. Pada November 1918, seluruh wilayah Gorizia dan Gradisca diduduki oleh militer Italia yang kemudian menindas semua pergerakan politik yang menentang kekuasaan Italia di kawasan ini.

Daftar pustaka

  • Branko Marušič & Sergio Tavano, Il vicino come amico realtà o utopia?: la convivenza lungo il confine italo-sloveno (Gorizia: Mohorjeva družba, 2007).
  • Branko Marušič, Die Vereinstätigkeit im österreichischen Küstenland (Triest, Görz-Gradisca, Istrien) (Vienna: Österreichischen Akademie der Wissenschaften, 2006).
  • Branko Marušič, Gli sloveni nel Goriziano dalla fine del medioevo ai giorni nostri (Udine: Forum, 2005).
  • Simon Rutar, Poknežena Grofija Goriška in Gradiščanska (Nova Gorica: Založba Branko, 1997).
  • Sergio Tavano, Il Goriziano nella sua vita letteraria (Udine: Società Filologica Friulana).


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan