Sabtu, 03 Oktober 2026
12:43 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Gojong dari Goryeo

Bagikan:
Gojong dari Goryeo
Hangul
고종
Hanja
高宗
Alih AksaraGojong
McCune–ReischauerKojong

Gojong dari Goryeo (1192 - 1259, bertakhta 1213 - 1259) merupakan raja ke-23 Goryeo, Korea. Masa pemerintahan Gojong diwarnai dengan serangan Mongol, yang berhasrat untuk menguasai Goryeo, berakhir hanya ketika kerajaan akhirnya dijajah pada tahun 1259. Kekuasaan pemerintahannya sebenarnya berada di tangan keluarga diktator, Choe.

Meskipun naik tahkta pada tahun 1213, Gojong tidak memegang banyak kekuasaan sampai penasehat yang berkuasa dibunuh. Pada tahun 1216, Khitan menyerang tetapi dapat dikalahkan. Di bulan Agustus 1232, Gojong memindahkan ibu kota Goryeo dari Songdo ke pulau Ganghwa dan memulai konstruksi signifikan pertahanan disana, untuk terlindung dengan lebih baik dari ancaman Mongol. Gojong menolak invasi Mongol selama hampir 30 tahun sebelum kerajaan terpaksa menyerah kepada Mongol pada tahun 1259; Gojong meninggal tak lama setelah peristiwa itu.

Pada tahun 1251, ukiran kitab suci Tripitaka Koreana, sebuah koleksi Buddha yang mencatat 81,000 kayu dilengkapi. Karya tersebut barangkali dimotivasi oleh harapan Gojong untuk mengubah kekayaan lewat kesalehan beragama; tetapi aslinya kemudian dimusnahkan oleh Mongol — Tripitaka yang ada adalah replika dari milik Gojong yang asli, dan dibuat sekitar 100 tahun setelah yang asli hilang.

Gojong menikahi Permaisuri Anhye, putri Huijong, raja ke-21 Goryeo. Makamnya berada di dekat kota Incheon.

Lihat pula

Gojong dari Goryeo
Lahir: 3 Februari 1192 Meninggal: 21 Juli 1259
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Gangjong
Raja Goryeo
1213–1259
Diteruskan oleh:
Wonjong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan