Kamis, 29 Oktober 2026
09:24 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Gojong dari Goryeo

Bagikan:
Gojong dari Goryeo
Hangul
고종
Hanja
高宗
Alih AksaraGojong
McCune–ReischauerKojong

Gojong dari Goryeo (1192 - 1259, bertakhta 1213 - 1259) merupakan raja ke-23 Goryeo, Korea. Masa pemerintahan Gojong diwarnai dengan serangan Mongol, yang berhasrat untuk menguasai Goryeo, berakhir hanya ketika kerajaan akhirnya dijajah pada tahun 1259. Kekuasaan pemerintahannya sebenarnya berada di tangan keluarga diktator, Choe.

Meskipun naik tahkta pada tahun 1213, Gojong tidak memegang banyak kekuasaan sampai penasehat yang berkuasa dibunuh. Pada tahun 1216, Khitan menyerang tetapi dapat dikalahkan. Di bulan Agustus 1232, Gojong memindahkan ibu kota Goryeo dari Songdo ke pulau Ganghwa dan memulai konstruksi signifikan pertahanan disana, untuk terlindung dengan lebih baik dari ancaman Mongol. Gojong menolak invasi Mongol selama hampir 30 tahun sebelum kerajaan terpaksa menyerah kepada Mongol pada tahun 1259; Gojong meninggal tak lama setelah peristiwa itu.

Pada tahun 1251, ukiran kitab suci Tripitaka Koreana, sebuah koleksi Buddha yang mencatat 81,000 kayu dilengkapi. Karya tersebut barangkali dimotivasi oleh harapan Gojong untuk mengubah kekayaan lewat kesalehan beragama; tetapi aslinya kemudian dimusnahkan oleh Mongol — Tripitaka yang ada adalah replika dari milik Gojong yang asli, dan dibuat sekitar 100 tahun setelah yang asli hilang.

Gojong menikahi Permaisuri Anhye, putri Huijong, raja ke-21 Goryeo. Makamnya berada di dekat kota Incheon.

Lihat pula

Gojong dari Goryeo
Lahir: 3 Februari 1192 Meninggal: 21 Juli 1259
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Gangjong
Raja Goryeo
1213–1259
Diteruskan oleh:
Wonjong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan