Senin, 21 September 2026
19:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Kaisar Go-Daigo

Kaisar Go-Daigo

Kaisar Jepang ke-96 (1318–1339)

Go-Daigo
Pengklaim Tahta Selatan ke-1
250px-Emperor_Godaigo_by_Monkan-b%C5%8D_K%C5%8Dshin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Go-Daigo
Kaisar Jepang ke-96
BerkuasaMaret 29, 1318 – September 18, 1339
PendahuluHanazono
PenerusGo-Murakami
LahirNovember 26, 1288
Heian Kyō (Kyōto)
MeninggalSeptember 19, 1339 (umur 50)
Yoshino no Angū (Nara)
Pemakaman
Tō-no-o no misasagi (Nara)
AyahGo-Uda
IbuFujiwara no Chūshi

Kaisar Go-Daigo (後醍醐天皇, Godaigo Tennō) atau ditulis Kaisar Godaigo (26 November 1288  19 September 1339) adalah Kaisar Jepang ke-96. Nama aslinya (imina) adalah Takaharu (尊治). Berdasarkan dekret kaisar tahun 1926, Kaisar Go-Daigo tidak lagi disebut sebagai Kaisar Jepang ke-95, melainkan Kaisar Jepang ke-96.

Biografi

Kaisar Go-Daigo dilahirkan 26 November 1288 (Shōō tahun 1 bulan 11 hari 2) sebagai putera kedua kaisar ke-91 Kaisar Go-Uda dari garis keturunan Daikaku-ji. Pengangkatan dirinya sebagai pangeran dilakukan tahun 1302. Pada tahun 1304 diangkat sebagai Dazai no Sochi (kepala kantor Dazaifu), sehingga dipanggil Sochinomiya. Ibu kandungnya bernama Fujiwara no Tadako alias Dantenmon-in, putri anggota majelis tinggi bernama Itsutsuji Tadatsugu yang menjadi putri angkat Naidaijin bernama Kazan-in Moritsugu.

Ia ditunjuk sebagai putra mahkota pada tahun 1308 oleh Kaisar Hanazono dari garis keturunan Jimyō-in, dan naik takhta di usia 31 tahun sebagai Kaisar Go-Daigo pada tahun 1318. Namun, selama tiga tahun pertama masa pemerintahannya, Kaisar Go-Daigo hanya menjadi kaisar tituler. Ayah kandungnya, mantan Kaisar Go-Uda menjalankan sistem pemerintahan dari balik biara.

Dalam silsilah kekaisaran, Kaisar Go-Daigo dilahirkan dari percabangan garis keturunan utama. Sejak awalnya, faksi garis keturunan Daikaku-ji hanya menobatkan Kaisar Go-Daigo sebagai pejabat sementara kaisar. Setelah putera mahkota bernama Pangeran Kuniyoshi (anak almarhum Kaisar Go-Nijō) beranjak dewasa, Kaisar Go-Daigo harus turun takhta.

Kedudukan Kaisar Go-Daigo yang hanya sekadar pejabat sementara kaisar menyebabkan anak keturunannya tidak berhak atas takhta. Ia sendiri tidak menyangka bahwa dirinya hanya dijadikan kaisar tituler bagi mantan Kaisar Go-Uda yang memerintah dari balik biara. Kekecewaan Kaisar Go-Daigo membuat dirinya semakin antipati terhadap Keshogunan Kamakura yang menentukan jalannya suksesi kekaisaran.

Pada tahun 1324, kantor Rokuhara Tandai yang memata-matai istana kaisar mengungkap rencana Kaisar Go-Daigo untuk menggulingkan Keshogunan Kamakura. Pembantu Kaisar Go-Daigo yang paling dipercaya, Hino Suketomo dijatuhi hukuman buang ke Pulau Sado dan terjadi Pemberontakan Shōchū. Walaupun terlibat, Kaisar Go-Daigo tidak menerima hukuman apa-apa. Secara diam-diam, rencana menggulingkan Keshogunan Kamakura kembali disusun. Kali ini dengan bantuan biksu Monkan dari kuil Daigo-ji dan biksu Enkan dari kuil Hosshō-ji yang dijadikan pembantu pribadinya.

Pada tahun 1329, Kaisar Go-Daigo melangsungkan upacara mengirim teluh ke Keshogunan Kamakura dengan kedok upacara mendoakan keselamatan istri kaisar yang akan melahirkan. Selain itu, Kaisar Go-Daigo mendekati kekuatan perlawanan dari kuil-kuil Buddha dan Shinto di Nara yang dipimpin kuil Kōfuku-ji dan Enryaku-ji. Sementara itu, kalangan bangsawan istana yang mendukung garis keturunan Daikaku-ji mulai terbelah dua menjadi faksi pendukung Kaisar Go-Daigo dan faksi pendukung Pangeran Kuniyoshi. Di pihak yang berseberangan terdapat keluarga istana pendukung Pangeran Kuniyoshi dari garis keturunan Jimyō-in yang mendapat restu dari Keshogunan Kamakura. Akibatnya, pendukung garis keturunan Daikaku-ji berada dalam posisi sulit. Setelah Pangeran Kuniyoshi meninggal karena sakit, Kaisar Go-Daigo ditekan habis-habisan agar turun takhta.

Pada tahun 1331, rencana menggulingkan Keshogunan Kamakura kembali terungkap setelah dibocorkan bangsawan istana Yoshida Sadafusa yang dijadikan pembantu terdekat Kaisar Go-Daigo. Setelah mengetahui dirinya dalam bahaya, Kaisar Go-Daigo melarikan diri dari istana Kyoto dengan membawa Tiga Harta Suci. Bersama pendukungnya, Kaisar Go-Daigo bertahan di Gunung Kasagi (sekarang termasuk wilayah Prefektur Kyoto). Namun pasukan keshogunan yang mengepungnya jauh lebih kuat, dan Kaisar Go-Daigo ditangkap. Peristiwa ini sering dikenal sebagai Perang Genkō.

Tahun berikutnya (1332), Kaisar Go-Daigo dibuang ke Pulau Oki. Sebagai penggantinya, keshogunan menobatkan Kaisar Kōgon dari garis keturunan Jimyō-in sebagai kaisar yang baru. Keshogunan memang sudah sejak lama mempersiapkan Kaisar Kōgon sebagai pengganti almarhum Pangeran Kuniyoshi. Sementara itu, Pangeran Morinaga (putra Kaisar Go-Daigo) bersama Kusunoki Masashige asal Provinsi Kawachi dan Akamatsu Norimura (Enshin) asal Provinsi Harima melancarkan pemberontakan di berbagai daerah. Di tengah keadaan kacau, Go-Daigo melarikan diri dari pembuangannya di Pulau Oki dengan bantuan Nawa Nagatoshi dan anggota klan Nawa. Perlawanan untuk menumbangkan keshogunan dipimpin Go-Daigo dari Gunung Senjō, Provinsi Hōki. Keshogunan Kamakura mengirim Ashikaga Takauji untuk menghancurkan perlawanan Go-Daigo, tetapi Takauji membelot ke pihak Go-Daigo dan menghancurkan Rokuhara Tandai di Kyoto. Sementara itu, Nitta Yoshisada menyerang Kamakura dan menewaskan Hōjō Takatoki beserta anggota keluarga klan Hōjō.

Restorasi Kemmu

Artikel utama: Restorasi Kemmu

Setelah Keshogunan Kamakura tumbang, klan Akamatsu dan klan Kusunoki menjemput Go-Daigo untuk kembali menduduki takhta kekaisaran di Kyoto. Go-Daigo menyatakan takhta Kaisar Kōgon tidak sah dan menurunkannya dari takhta. Kaisar Go-Daigo kembali bertakhta dan memulai pemerintahan baru yang dikenal sebagai masa Restorasi Kemmu. Sebagai pewaris takhta, Kaisar Go-Daigo tidak menunjuk keluarga almarhum kakaknya, Kaisar Go-Nijō yang juga berasal garis utama keturunan Daikaku-ji. Anak keturunan sendiri dijadikannya sebagai pewaris takhta, padahal Kaisar Go-Daigo tidak dilahirkan dari garis keturunan utama. Keputusan yang diambil Kaisar Go-Daigo mengundang ketidakpuasan di dalam kelompok pendukung garis keturunan Daikaku-ji yang seharusnya berpihak pada dirinya.

Di atas permukaan, Restorasi Kemmu berusaha menghidupkan kembali kejayaan zaman kuno. Kekuasaan sepenuhnya berada di tangan kaisar. Pemerintahan dijalankan bangsawan istana, sedangkan kalangan samurai dihapus. Kebijakan pemerintah menyebabkan ketidakpuasan rakyat di daerah, khususnya kalangan samurai. Penyebabnya antara lain adalah pembaruan yang dilakukan tergesa-gesa, ketidakpuasan atas tanggapan pemerintah mengenai tuntutan hak atas tanah, ketidakadilan dalam pembagian hadiah balas jasa, dan rencana pembangunan istana baru untuk kaisar. Di Kyoto terjadi aksi corat-coret bernada protes yang menjelek-jelekkan kaisar dan pemerintah. Corat-coret tersebut dipasang di daerah Nijō yang terletak di tepian Sungai Kamo, dekat istana kaisar.

Pada tahun 1335, Ashikaga Takauji berangkat untuk memadamkan Pemberontakan Nakasendai walaupun tidak mendapat izin kaisar. Setelah selesai, Takauji menduduki Kamakura dan menolak perintah kaisar untuk pulang. Dengan caranya sendiri, Takauji menyita tanah milik klan Nitta di wilayah Kanto. Tanah tersebut dibagi-bagikan sebagai hadiah bagi samurai anak buahnya. Kaisar Go-Daigo lalu mengirim Nitta Yoshisada dan pasukannya untuk menghabisi Takauji, tetapi justru dikalahkan pasukan Ashikaga dalam Pertempuran Hakone-Takenoshita. Pada akhirnya, Kyoto jatuh di tangan Ashikaga Takauji, dan Kaisar Go-Daigo melarikan diri ke Gunung Hiei.

Setelah berdamai dengan pihak Ashikaga, Kaisar Go-Daigo menyerahkan Tiga Harta Suci kepada Kaisar Kōmyō. Setelah itu, Kaisar Go-Daigo melarikan diri dari Kyoto. Istana Selatan (Nanchō) didirikannya di Yoshino sebagai tandingan dari Istana Utara (Hokuchō) yang ada di Kyoto. Masa kekaisaran terbelah dua menjadi Istana Selatan dan Istana Utara disebut zaman Nanboku-cho.

Kaisar Go-Daigo menyatakan Tiga Harta Suci yang berada di tangan Kaisar Kōmyō sebagai barang palsu. Para pangeran dikirimnya ke daerah-daerah untuk menunjukkan bahwa Kaisar Go-Daigo adalah kaisar yang sah, tetapi gagal mengubah keadaan dan jatuh sakit. Pada 15 Agustus 1339, Pangeran Noriyoshi yang kembali ke Yoshino mewarisi takhta sebagai Kaisar Go-Murakami. Keesokan harinya, Go-Daigo mangkat di usia 51 tahun.

Kaisar Go-Murakami yang berkedudukan di Istana Sementara Sumiyoshi, mengadakan upacara mendoakan arwah Kaisar Go-Daigo di kuil Shōgonjōdo-ji, Provinsi Settsu. Kuil tersebut adalah milik klan Tsumori yang bertugas turun-temurun sebagai pengurus Sumiyoshi Taisha (kuil Shinto yang mendukung Istana Selatan). Di pihak yang berseberangan, Ashikaga Takauji mendirikan kuil Tenryū-ji di Kyoto untuk berdamai dengan arwah Kaisar Go-Daigo yang dihormatinya.

Silsilah

(88)Kaisar Go-SagaPangeran Munetaka
(Shogun Kamakura ke-6)
Pangeran Koreyasu
(Shogun Kamakura ke-7)
(Istana Utara)(Istana Utara 1)Kaisar Kōgon
(93)Kaisar Go-Fushimi(Istana Utara 2)Kaisar Kōmyō
(Jimyō-in)
(89)Kaisar Go-Fukakusa
(92)Kaisar Fushimi(95)Kaisar HanazonoPangeran Naohito
Pangeran biksu Sonen
Pangeran Hisaaki
(Shogun Kamakura ke-8)
Pangeran Morikuni
(Shogun Kamakura ke-9)
(Daikaku-ji)
(90)Kaisar Kameyama
(91)Kaisar Go-Uda(94)Kaisar Go-NijōPangeran Kuniyoshi(Kideranomiya)Pangeran Yasuhito
(Istana Selatan)(96)Kaisar Go-Daigo

Istana Utara

(Utara ke-1)Kaisar Kōgon(Utara ke-3)Kaisar Sukō(Fushiminomiya)
Pangeran Yoshihito
Pangeran Sadafusa
(Go-Sukōin)
(102)Kaisar Go-Hanazono
(Utara ke-2)Kaisar KōmyōPangeran Sadatsune
〔ke Fushiminomiya〕
Pangeran biksu Chōjo(Utara ke-4)Kaisar Go-Kōgon(Utara ke-5)Kaisar Go-Enyū(Utara ke-6)(100)
Kaisar Go-Komatsu
(101)Kaisar Shōkō
Puteri Junshi
(istri Go-Daigo)

Istana Selatan

(96)Kaisar Go-DaigoPangeran Takayoshi(98)Kaisar Chōkei
Pangeran Tsuneyoshi(99)Kaisar Go-Kameyama(Oguranomiya)
(97)Kaisar Go-Murakami
(Pangeran Noriyoshi)
Pangeran Yoshinari (Chinzeinomiya)
Pangeran Morinaga
(Pangeran biksu Sonchō)
Pangeran Okiyoshi
Pangeran Kaneyoshi
(Seisei Shogun)

Pembantu terdekat

Permaisuri, istri, dan selir

Keturunan

Nama zaman sewaktu bertakhta

Bibliografi

  • Kemmu Nenjū-gyōji berisi panduan protokoler istana yang ditulis Kaisar Go-Daigo selama dirinya bertakhta. Ditulis dalam bahasa Jepang dengan aksara kanji bercampur katakana/hiragana, buku tersebut terdapat dalam Gunshoruijū (koleksi dokumen bersejarah yang dikumpulkan di zaman Edo).

Makam

Makam Kaisar Go-Daigo disebut Tō no Onomisasagi dan terletak di kuil Nyoirin-ji, Gunung Yoshino, Prefektur Nara. Diarsipkan 2017-06-08 di Wayback Machine. Berbeda dengan makam kaisar yang menghadap ke selatan, makam Kaisar Go-Daigo menghadap ke utara. Konon, ia selalu berharap bisa kembali ke Kyoto.

Daftar pustaka

  • Muramatsu Takeshi, Teiō Go-Daigo "chūsei" no hikari to kage. Tokyo: Chūōkōronsha, 1981. ISBN 4-12-200828-X
  • Amino Yoshihiko. Igyō no ōken (異形の王権). Tokyo: Heibonsha, 1993. ISBN 4-582-76010-4
  • Mori Shigeaki. Go-Daigo tennō: nanboku-chō dōran o irodotta haō (後醍醐天皇: 南北朝動乱を彩った覇王). Tokyo: Chūōkōronshinsha, 2000. ISBN 4-12-101521-5
  • Satō Kazuhiro, Kunio Higuchi, ed. Go-Daigo tennō no subete. Tokyo: Shin-Jinbutsuoraisha, 2004. ISBN 4-404-03212-9

Pranala luar

(Jepang) Tentang Kaisar Go-Daigo Diarsipkan 2021-09-24 di Wayback Machine.

Didahului oleh:
Kaisar Hanazono
Kaisar Jepang
ke-96: 1318-1339
Diteruskan oleh:
Kaisar Go-Murakami/Kaisar Kōgon
  1. Jimmu
  2. Suizei
  3. Annei
  4. Itoku
  5. Kōshō
  6. Kōan
  7. Kōrei
  8. Kōgen
  9. Kaika
  10. Sujin
  11. Suinin
  12. Keikō
  13. Seimu
  14. Chūai
  15. Ōjin
  16. Nintoku
  17. Richū
  18. Hanzei
  19. Ingyō
  20. Ankō
  21. Yūryaku
  22. Seinei
  23. Kenzō
  24. Ninken
  25. Buretsu
  26. Keitai
  27. Ankan
  28. Senka
  29. Kimmei
  30. Bidatsu
  31. Yōmei
  32. Sushun
  33. Suiko ♀
  34. Jomei
  35. Kōgyoku ♀
  36. Kōtoku
  37. Saimei ♀
  38. Tenji
  39. Kōbun
  40. Tenmu
  41. Jitō ♀
  42. Mommu
  43. Genmei ♀
  44. Genshō ♀
  45. Shōmu
  46. Kōken ♀
  47. Junnin
  48. Shōtoku ♀
  49. Kōnin
  50. Kammu
  51. Heizei
  52. Saga
  53. Junna
  54. Nimmyō
  55. Montoku
  56. Seiwa
  57. Yōzei
  58. Kōkō
  59. Uda
  60. Daigo
  61. Suzaku
  62. Murakami
  63. Reizei
  64. En-yū
  65. Kazan
  66. Ichijō
  67. Sanjō
  68. Go-Ichijō
  69. Go-Suzaku
  70. Go-Reizei
  71. Go-Sanjō
  72. Shirakawa
  73. Horikawa
  74. Toba
  75. Sutoku
  76. Konoe
  77. Go-Shirakawa
  78. Nijō
  79. Rokujō
  80. Takakura
  81. Antoku
  82. Go-Toba
  83. Tsuchimikado
  84. Juntoku
  85. Chūkyō
  86. Go-Horikawa
  87. Shijō
  88. Go-Saga
  89. Go-Fukakusa
  90. Kameyama
  91. Go-Uda
  92. Fushimi
  93. Go-Fushimi
  94. Go-Nijō
  95. Hanazono
  96. Go-Daigo
  97. Go-Murakami
  98. Chōkei
  99. Go-Kameyama
  100. Go-Komatsu
    Dinasti Utara
    1. Kōgon
    2. Kōmyō
    3. Sukō
    4. Go-Kōgon
    5. Goen-yū
    6. Go-Komatsu
  101. Shōkō
  102. Go-Hanazono
  103. Go-Tsuchimikado
  104. Go-Kashiwabara
  105. Go-Nara
  106. Ōgimachi
  107. Go-Yōzei
  108. Go-Mizunoo
  109. Meishō ♀
  110. Go-Kōmyō
  111. Go-Sai
  112. Reigen
  113. Higashiyama
  114. Nakamikado
  115. Sakuramachi
  116. Momozono
  117. Go-Sakuramachi ♀
  118. Go-Momozono
  119. Kōkaku
  120. Ninkō
  121. Kōmei
  122. Meiji
  123. Taishō
  124. Shōwa
  125. Heisei
  126. Reiwa
120px-Flag_of_the_Japanese_Emperor.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maharani
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan