Minggu, 11 Oktober 2026
14:42 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Celah suara

Celah suara

bukaan di antara pita suara

Bagikan:
Celah suara
330px-Arytenoid_cartilage.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tulang rawan aritenoid
330px-Glottis_positions.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Macam-macam keterbukaan celah suara
Pengidentifikasi
MeSHD005931
TA98A06.2.09.012
TA23197
FMA55414
Daftar istilah anatomi

Celah suara, lubang lekum atau glotis[a] adalah bukaan yang terletak di antara pita suara[1] (rima glottidis).[2] Celah suara sangatlah penting dalam perannya menghasilkan bunyi dari pita suara.

Fungsi

Begitu pita suara bergetar, getaran yang diakibatkannya menghasilkan sifat "mendengung" pada tuturan, yang disebut suara, penyuaraan, atau pengucapan.

Penghasilan bunyi yang melibatkan penggerakan pita suara agar lebih berdekatan dapat disebut glotal atau bunyi celah-suara saja.[3] Bahasa Indonesia mempunyai geseran celah-suara nirsuara yang dieja "h". Bunyi ini dihasilkan dengan mempertahankan agak lebar pita suara, sehingga menghasilkan aliran udara yang tak bergejolak melalui celah suara.[3] Di bahasa Indonesia, fonem /k/ sering kali beralofon ke letupan celah-suara di akhir kata, misal anak, adik, dan tidak. Namun, di beberapa bahasa, bunyi ini bersifat fonemik (pembedaannya kentara dengan fonem lain).

Pemain didgeridoo yang terampil biasanya membatasi bukaan celah suara mereka agar dapat menghasilkan berbagai macam warna nada.[4]

Getaran yang dihasilkan merupakan unsur mendasar dari konsonan bersuara dan juga vokal. Jika pita suara ditarik terpisah, udara yang mengalir di antaranya tidak akan menimbulkan getaran, seperti pada penghasilan konsonan nirsuara.[5]

Celah suara juga berperan penting dalam tindakan Manuver Valsava.

Gambar tambahan

  • Laring
    Laring
  • Jalan masuk ke laring, dilihat dari belakang.
    Jalan masuk ke laring, dilihat dari belakang.
  • Jalan masuk ke laring.
    Jalan masuk ke laring.
  • Celah suara
    Celah suara
  • Laring, faring dan lidah. Pembedahan dalam dan dari pandangan belakang.
    Laring, faring dan lidah. Pembedahan dalam dan dari pandangan belakang.
  • Pembedahan dalam dan dari pandangan belakang.
    Pembedahan dalam dan dari pandangan belakang.
  • Pembedahan dalam dan dari pandangan belakang.
    Pembedahan dalam dan dari pandangan belakang.

Catatan kaki

  1. ↑ Dari bahasa Yunani Kuno γλωττίς (glōttís), diturunkan dari γλῶττα (glôtta), ragam bentuk dari γλῶσσα (glôssa, "lidah").

Rujukan

  1. ↑ Ladefoged, Peter. 2006. A course in Phonetics. UCLA.
  2. ↑ WebMD (2009). "glottis". Webster's New World Medical Dictionary (Edisi 3rd). Houghton Mifflin Harcourt. hlm. 178. ISBN 978-0-544-18897-6.
  3. 1 2 Hayes, Bruce (2009). Introductory Phonology. Wiley-Blackwell. ISBN 978-1-4051-8411-3.
  4. ↑ Tarnopolsky, Alex; Fletcher, Neville; Hollenberg, Lloyd; Lange, Benjamin; Smith, John; Wolfe, Joe (2005). "Acoustics: The vocal tract and the sound of a didgeridoo" (PDF). Nature. 436 (7047): 39. Bibcode:2005Natur.436...39T. doi:10.1038/43639a. hdl:1885/125584. PMID 16001056. S2CID 4395889.
  5. ↑ De'Ath, Leslie (2016). "Linguistics and Lyric Diction - A Personal Retrospective and a Selective Glossary". Journal of Singing. 72 (4): 465–474. ProQuest 1774332500 – via ProQuest.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Glottis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan