Sabtu, 03 Oktober 2026
06:20 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Gipsi Laut

Gipsi Laut

Bagikan:

Gipsi Laut atau pengembara laut atau disebut juga manusia perahu adalah istilah umum untuk menyebut berbagai suku di beberapa negara Asia Tenggara. Suku ini mempunyai hidup secara semi-nomaden.

Kebanyakan hidup suku ini di atas perahu tetapi selama musim hujan, mereka menetap di pulau-pulau di sekitar Laut Andaman, Selat Malaka ke Laut Cina Selatan untuk menghindari gelombang besar selama di daratan suku ini biasanya membuat perahu untuk digunakan lagi. Dalam sisa tahun ini mereka ambil dalam perahu dari pulau ke pulau, dan hidup utamanya pada penangkapan ikan dan makanan laut lainnya. Suku ini mengunjungi daratan ketika ingin menukarkan ikan hasil tangkapan dengan komoditas lainnya, mengadakan upacara sosial seperti pemakaman atau perkawinan serta memperbaiki perahu.

Gaya hidup mereka adalah mengambil bahan makanan dari laut, bahkan ketika anak-anak memasuki umur 4 tahun mereka mulai belajar menangkap gurita,ikan dan lobster. Kehidupan nomaden di atas perahu kecil dan selalu berlayar siang-malam untuk mencari ikan yang jadi makanan mereka untuk menyambung hidup.

330px-Sea_Nomads_distribution_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah yang didiami "Gipsi Laut".[1]
  Moken

istilah Gipsi Laut

Istilah Gipsi laut (Sea Gypsies) mengacu pada suku:

  • Moken, Suku pengembara laut di perbatasan Myanmar dan Thailand
  • Suku Bajau suku berasal Filipina Selatan berbahasa bugis. Suku ini sejak ratusan tahun yang lalu sudah menyebar ke negeri Sabah dan berbagai wilayah Indonesia.
  • Orang Laut sekelompok suku Melayu yang tinggal di Kepulauan Riau Indonesia.
  • Urak Lawoi penduduk pesisir Thailand.

Catatan kaki

  1. ↑ David E. Sopher (1965). "The Sea Nomads: A Study Based on the Literature of the Maritime Boat People of Southeast Asia". Memoirs of the National Museum. 5: 389–403. doi:10.2307/2051635.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan