Senin, 19 Oktober 2026
08:29 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Gipsi Laut

Gipsi Laut

Bagikan:

Gipsi Laut atau pengembara laut atau disebut juga manusia perahu adalah istilah umum untuk menyebut berbagai suku di beberapa negara Asia Tenggara. Suku ini mempunyai hidup secara semi-nomaden.

Kebanyakan hidup suku ini di atas perahu tetapi selama musim hujan, mereka menetap di pulau-pulau di sekitar Laut Andaman, Selat Malaka ke Laut Cina Selatan untuk menghindari gelombang besar selama di daratan suku ini biasanya membuat perahu untuk digunakan lagi. Dalam sisa tahun ini mereka ambil dalam perahu dari pulau ke pulau, dan hidup utamanya pada penangkapan ikan dan makanan laut lainnya. Suku ini mengunjungi daratan ketika ingin menukarkan ikan hasil tangkapan dengan komoditas lainnya, mengadakan upacara sosial seperti pemakaman atau perkawinan serta memperbaiki perahu.

Gaya hidup mereka adalah mengambil bahan makanan dari laut, bahkan ketika anak-anak memasuki umur 4 tahun mereka mulai belajar menangkap gurita,ikan dan lobster. Kehidupan nomaden di atas perahu kecil dan selalu berlayar siang-malam untuk mencari ikan yang jadi makanan mereka untuk menyambung hidup.

330px-Sea_Nomads_distribution_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah yang didiami "Gipsi Laut".[1]
  Moken

istilah Gipsi Laut

Istilah Gipsi laut (Sea Gypsies) mengacu pada suku:

  • Moken, Suku pengembara laut di perbatasan Myanmar dan Thailand
  • Suku Bajau suku berasal Filipina Selatan berbahasa bugis. Suku ini sejak ratusan tahun yang lalu sudah menyebar ke negeri Sabah dan berbagai wilayah Indonesia.
  • Orang Laut sekelompok suku Melayu yang tinggal di Kepulauan Riau Indonesia.
  • Urak Lawoi penduduk pesisir Thailand.

Catatan kaki

  1. ↑ David E. Sopher (1965). "The Sea Nomads: A Study Based on the Literature of the Maritime Boat People of Southeast Asia". Memoirs of the National Museum. 5: 389–403. doi:10.2307/2051635.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan