Minggu, 04 Oktober 2026
14:56 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Getuk pero

jajanan khas Indonesia asal Jepara

Bagikan:
Gêthuk Pêro
Tempat asalIndonesia
DaerahJawa
Bahan utamaSingkong

Getuk pero (bahasa Jawa:ꦒꦼꦛꦸꦏ꧀ꦥꦼꦫꦺꦴ; baca: gêthuk pêro) adalah panganan tradisional khas Jepara, Jawa Tengah. Getuk pero atau pera hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Jepara.[butuh rujukan]

Etimologi

Asal-usul nama getuk pero artinya adalah getuk yang teksturnya pero (pulen), maka dinamakan pero.[butuh rujukan]

Tempat

Tempat yang terkenal yaitu Pasar Karangrandu, di pasar Karangrandu, Pecangaan, Jepara. Getuk khas Kabupaten Jepara ini sangat mudah ditemukan.[1]

Cara penyajian

Getuk ini berbahan dasar dari ketela pohon, yang dikupas lalu direbus atau dikukus. Setelah matang lalu ditumbuk supaya. Beberapa getuk model yang dibuat dengan cara dan bahan ini banyak yang menyertakan gula waktu proses menumbuknya. Makanan ini biasanya dimakan dengan taburan parutan kelapa, terkadang ditambah taburan gula pasir.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ "TIC Jepara: Pasar Sore Karangrandu". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-22. Diakses tanggal 2019-04-22.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan