Kamis, 01 Oktober 2026
09:52 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Gerrit Jan Held

Bagikan:

Gerrit Jan Held (1 Juli 1906 – 28 September 1955) adalah antropolog budaya Belanda pertama yang menulis secara lengkap tentang etnografi dalam cara yang dapat dipertangungjawabkan dan uraian tentang bahasa penduduk Papua.

Held belajar Indologi sejak tahun 1926 di Universiteit Leiden di mana ia belajar etnologi, bahasa Sanskerta, dan bahasa Jawa Kuno. Pada tahun 1935, ia lulus karena karya tulis tentang epik India berjudul Mahabharata. Semasa bertugas di Nederlands Bijbelgenootschap, ia pergi ke Papua untuk mengadakan penelitian antropologis di sana pada akhir tahun 1930-an, meskipun ia tak ikut mengkristenkan penduduk Waropen. Sebagian besar data ini dikumpulkan di Nubuai yang kemudian tersapu banjir pada tahun 1950 dan sejak itu tak dibangun lagi. Semasa pendudukan Jepang, Held diinternir bersama isterinya, di mana selama masa ini, catatan lapangannya sebagian disembunyikan secara cermat di kamp wanita. Seusai perang, Held mengajar di Jakarta. Held yang mendirikan Instituut voor Taal- en Cultuuronderzoek (cikal bakal Pusat Bahasa) pada tahun 1948 ini meninggal mendadak akibat sakit dalam usia 49 tahun.

Bibliografi

  • The Mahābhārata: an ethnological study. Amsterdam: Uitgeversmaatschappij Holland, 1935.
  • Grammatica van het Waropensch. Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap 77, artikel 1, 1942.
  • Woordenlijst van het Waropensch. Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap 77, artikel 2, 1942.
  • Papoea's van Waropen. Leiden: E.J. Brill, 1947.
  • Magie, hekserij en toverij. Groningen: Wolters, 1950.
  • Waropense teksten. Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde, 1956.
  • De Papoea, cultuurimprovisator. 's-Gravenhage/Bandung: W. van Hoeve, 1951.
  • The Papuas of Waropen. The Hague: Martinus Nijhoff, 1957

Tentang Gerrit Jan Held

  • J. van Baal, "In memoriam prof. dr. Gerrit Jan Held", dalam: Nieuw-Guinea Studiën 1, 1959, pp. 3–9.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan