Kamis, 29 Oktober 2026
01:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Gerhard Kittel

Bagikan:

Gerhard Kittel (23 September 1888, Breslau - 11 Juli 1948) adalah seorang pendeta dan teolog Protestan Jerman di bidang Perjanjian Baru.

Kehidupan

Ayah Gerhard adalah Rudolf Kittel, seorang profesor Perjanjian Lama. Gerhard Kittel belajar di Leipzig di König Albert-Gymnasium. Antara 1907-1912 ia belajar teologi dan bahasa-bahasa oriental. Ia melanjutkan belajarnya di universitas-universitas di Tübingen, Berlin dan Halle. Pada 1913 ia melakukan promosi dan ujian habilitasi di Kiel. Pada Im Perang Dunia I ia melayani sebagai pendeta Angkatan Laut, dan paa 1917 ia menjadi dosen (Privatdozent) di Leipzig serta mengajar kelas seminar agama Krisen. Hingga 1921 ia menjabat sebagai dosen luar biasa. Pada tahun berikutnya ia diangkat menjadi profesor penuh dalam bidang Perjanjian Baru di Universitas Greifswald dan pada 1926 ia menjabat sebagai profesor Adolf Schlatter di Universitas Tübingen.

Bibliografi

  • Die Oden Salomos überarbeitet oder einheitlich, 1914
  • Jesus und die Rabbinen, 1914
  • Jesus als Seelsorger, 1917
  • Rabbinica, 1920
  • Das Religionslehrer- Seminar in Leipzig. Aufbau u. Ziele im Auftrag des Christl. Volksdienstes dargestellt, 1921
  • Die religiöse und die kirchliche Lage in Deutschland, 1921
  • Seelsorge an jungen Mädchen, 1925
  • Die Probleme des palästinensischen Spätjudentums und das Urchristentum, 1926
  • Urchristentum, Spätjudentum, Hellenismus, Akademische Antrittsvorlesung vom 28.10. 1926 in Tübingen, 1926
  • Jesus und die Juden, 1926
  • Die Probleme des palästinischen Spätjudentums u. das Urchristentum, 1926
  • Die Judenfrage, 1933
  • Die Religionsgeschichte und das Urchristentum, 1932
  • Editor "Theologisches Wörterbuch zum Neuen Testament" (Theological Dictionary of the New Testament), 5 vol., setelah 1933
  • Ein theologischer Briefwechsel mit Karl Barth, 1934
  • Christus und Imperator, Das Urteil der Ersten Christenheit über den Staat, 1939
  • Kirche und Judenchristen, 1933
  • Die historischen Voraussetzungen der jüdischen Rassenmischung, 1939
  • Dichter, Bibel und Bibelrevision, 1939
  • Meine Verteidigung. Neue, erweiterte Niederschrift, 1946
  • Der Jakobusbrief und die Apostolischen Väter. (Aus dem Nachlaß veröff. v. Karl Heinrich Rengstorf), in: ZNW 43, 1950/51, 54-112

Literatur

  • Robert P. Erickson: Theologian in the Third Reich: The Case of G. K., dalam Journal of Contemporary History 12, 1977, 595-622
  • Kurt Schubert: Möglichkeiten und Grenzen des christlich-jüdischen Gesprächs, dalam Kairos 29, 1987, 129-146, bes. 141f
  • Otto Michel: Das wissenschaftliche Vermächtnis G. Kittels. In: DtPfrBl 58, 1958, 415-417
  • Leonore Siegele-Wenschkewitz: Neutestamentliche Wissenschaft vor der Judenfrage. G. Kittels theol. Arbeit im Wandel dt. Geschichte. 1980
  • Leonore Siegele-Wenschkewitz: Mitverantwortung und Schuld der Christen am Holocaust, dalam EvTH 42, 1982, 171-190

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan