Minggu, 04 Oktober 2026
10:47 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
George Lamsa

George Lamsa

Bagikan:

George M. Lamsa (5 Agustus 1892 – 22 September 1975) adalah seorang Asyur asli dari tanah-tanah Alkitabiah kuno. Dia menguasai bahasa Aram, bahasa umum yang dipakai pada zamannya Yesus Kristus. Dia membaca dan mempelajari Alkitab Teks Pesyita, yaitu teks berbahasa Aram (bahasa Suryani) yang dipakai Gereja Timur Asiria.

250px-Signature_of_George_Lamsa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda tangan

Hipotesis

Hipotesisnya adalah bahwa Teks Yunani diterjemahkan dari Teks Pesyita, dan pandangan ini dikenal sebagai "Peshitta Primacy")

Eli Eli lama sabakhtani

Matius 27:46

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Markus 15:34

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Para penerjemah Alkitab dari versi Raja James sampai dengan versi Lembaga Alkitab Indonesia tetap meninggalkan perkataan ini pada bahasa aslinya, yaitu bahasa Aram.

Menurut riset Lamsa, kata-kata ini yang dalam bahasa Aramnya Eli, Eli, lmna shbqthni! tertulis pada manuskrip-manuskrip timur kuno. Kata lmna berarti "untuk tujuan ini" atau "untuk alasan ini". Kata shbq berarti "menyimpan," "menyisakan," atau "meninggalkan tersisa". Jadi, semuanya adalah Allahku, Allahku, untuk tujuan ini saya disisakan.

Kata-kata berikutnya seperti tertulis pada Matius 27:50, Markus 15:37, Lukas 23:46, atau Yohanes 19:30 adalah "Selesailah sudah."

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan