Jumat, 23 Oktober 2026
20:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
George Rouault

George Rouault

Pelukis Prancis (1871-1958)

Bagikan:
250px-Georges_Rouault_House_Beaumont_sur_Sarthe_France.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beamont sur Sarthe, hunian yang pernah ditinggali Rouault.

Georges Henri Rouault (bahasa Prancis: [ʒɔʁʒ ʁuo], 27 Mei 1871 - 13 Februari 1958) adalah seorang pelukis aliran Fauvisme dan ekspresionisme asal Prancis pada zaman Renaisans.[1]

Rouault lahir di Paris dalam sebuah keluarga miskin. Ibunya mendorong bakatnya ke dunia seni, dan pada tahun 1885 ketika Rouault berusia empat belas tahun, Ia mulai magang sebagai pelukis kaca sampai tahun 1890.[2] Selama magang, ia juga menghadiri kelas malam di School of Fine Arts, dan pada tahun 1891, ia memasuki École des Beaux-Arts, sekolah seni resmi Prancis.[2] Di sana ia belajar di bawah asuhan Gustave Moreau dan menjadi murid kesayangannya.[2] Karya Rouault paling awal menunjukkan simbolisme dalam penggunaan warna yang mungkin mencerminkan pengaruh Moreau, dan ketika Moreau meninggal pada tahun 1898, Rouault dinominasikan sebagai kurator Moreau Museum di Paris.[2]

Rujukan

  1. ↑ Dyrness, William A. Rouault: A Vision of Suffering and Salvation. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans, 1971.
  2. 1 2 3 4 Getlein, Frank and Dorothy Getlein. George Rouault's Miserere. Milwaukee: Bruce, 1964.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan