Kamis, 22 Oktober 2026
13:32 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Geologi Bulan

Geologi Bulan

Bagikan:
250px-As17-137-21009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kawah Exploring Shorty selama misi Apollo 17 ke Bulan.

Geologi Bulan (kadang-kadang disebut selenologi, walaupun istilah ini dapat merujuk juga kepada "ilmu pengetahuan lunar") cukup berbeda dengan Bumi. Bulan memiliki sangat sedikit atmosfer dan air, yang mengeleminasi erosi karena cuaca. Di Bulan tidak terdapat lempeng tektonik, gravitasinya lebih rendah, dan karena ukurannya yang kecil, pendinginan Bulan lebih cepat.

Studi geologi bulan diambil bedasarkan kombinasi observasi dari Bumi dengan menggunakan teleskop-teleskop luar angkasa, dengan pengukuran langsung (seperti meneliti sampel batuan bulan yang diambil oleh wahana antariksa), maupun tidak langsung (pengamatan dan pengukuran dengan menggunakan satelit pengorbit). Selama program Apollo berawak pada 1969 hingga 1972, para astronot mengambil dan mengirim 380.96 kilogram sampel batuan dan tanah bulan dari enam lokasi ke Bumi. sebagai tambahan, tiga wahana antariksa Soviet menagmbil 326 gram sampel batuan bulan, pada 1970 hingga 1976, sementara Chang'e 5 mengambil sampel sebanyak 1.73 kilogram pada 2020.

Bulan adalah satu-satunya benda angkasa (selain Bumi), yang konteks geologinya sudah diteliti, melalui sampel-sampel batuan Bulan. Bahkan, para ilmuwan sudah mampu mengidentifikasi beberapa meteorit lunar, meski sumbernya masih belum diketahui.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan