Rabu, 04 November 2026
03:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Geng Hijau

Bagikan:

Gang Hijau (Hanzi sederhana:青帮; Hanzi tradisional:青幫; Pinyin:Qīng Bāng) adalah perkumpulan rahasia dan organisasi kriminal Tiongkok, yang terkenal dalam aktivitas kriminal, sosial, dan politik di Shanghai selama awal hingga pertengahan abad ke-20.[1]

Setelah runtuhnya rezim Chiang Kai-shek tahun 1949, Geng Hijau meninggalkan Shanghai dan pada awal 1950-an membuka pabrik heroin di Hong Kong. Pada tahun-tahun berikutnya, organisasi ini berjuang melawan sindikat lokal yang mengendalikan peredaran narkoba. Pada pertengahan 1950-an Geng Hijau menghilang. Kontrol pasar heroin kemudian diambil oleh sindikat kecil etnis Tiochiu yang berasal dari Shantou, sebuah kota pantai yang tidak jauh dari Hong Kong. Mereka menggunakan ahli kimia Geng Hijau untuk memperluas konsumsi heroin di Hong Kong. Pada awal 1960-an mereka menyebarkan pengaruhnya ke Asia Tenggara dan pada akhir dekade, kimiawan Hong Kong meresmikan laboratorium pertama heroin bermutu tinggi No.4 di sepanjang perbatasan antara Thailand dan Burma, memperkenalkan teknologi yang menjadikan Segitiga Emas sebagai produsen heroin terbesar di dunia.[2]

Asal-usul

Sebagai sebuah perkumpulan rahasia, asal-usul dan sejarah Geng Hijau sangatlah kompleks. Perkumpulan ini berakar dari Luojiao, sebuah sekte agama keselamatan yang didirikan oleh Luo Qing (羅清) pada pertengahan dinasti Ming. Pada awal abad ke-18 di dinasti Qing, sekte ini diperkenalkan pada para pekerja yang terlibat dalam pengangkutan biji-bijian di sepanjang Terusan Besar melalui usaha tiga bersaudara yang disumpah: Weng Yan (翁岩), Qian Jian (錢堅) dan Pan Qing (潘清).[3] Kelompok-kelompok Luoisme berbaur dengan masyarakat yang sudah ada sebelumnya untuk para tukang perahu pengangkut biji-bijian di sepanjang Terusan, menyediakan layanan seperti pemakaman dan asrama, dan juga berperan sebagai organisasi sosial bagi para tukang perahu. Namun, mereka dianggap sebagai ancaman oleh pihak berwenang, dan pada tahun 1768 Kaisar Qianlong memerintahkan penghancuran kuil-kuil Luo dan melarang sekte tersebut. Hal ini berdampak pada sekte ini yang akhirnya membuat sekte ini bergerilya secara sembunyi-sembunyi, di mana sekte ini berpusat pada armada biji-bijian itu sendiri.[4]

Referensi

  1. ↑ Martin 1996, hlm. 44.
  2. ↑ Ko-lin Chin (2016). The Golden Triangle: Inside Southeast Asia's Drug Trade. Cornell University Press. hlm. 118. ISBN 978-0-8014-4666-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-31. Diakses tanggal 2021-06-12.
  3. ↑ Martin 1996, hlm. 10.
  4. ↑ Martin 1996, hlm. 11.

Daftar Pustaka

  • Wang, Peng (2017), The Chinese Mafia: Organized Crime, Corruption, and Extra-Legal Protection, Oxford University Press, ISBN 0198758405
  • Martin, Brian G. (1996), The Shanghai Green Gang: Politics and Organized Crime, 1919-1937, University of California Press, ISBN 0520201140
40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan