Minggu, 01 November 2026
12:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ombak

Ombak

Bagikan:
Surface waves generated by wind on open waterTemplat:SHORTDESC:Surface waves generated by wind on open water
330px-Waves_in_pacifica_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ombak kecil.
250px-Mavericks_Surf_Contest_2010b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ombak besar.
Video ombak besar dari Badai Marie di sepanjang Pantai Newport, California.

Ombak dikenal sebagai gelombang dalam (dalam bidang oseanografi).[1] Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, di mana gelombang menjalar pada lapisan antarmuka antara udara yang hangat dan dingin karena kedua bidang ilmu ini memang memiliki banyak kesamaan, yaitu sama-sama berkecimpung dengan fluida. Para ahli meteorologi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer, sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk cair yaitu air laut.

Pembahasan mengenai gelombang dalam oseanografi secara umum dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu gelombang permukaan dan gelombang internal. Gelombang permukaan adalah fenomena yang akan kita temui ketika mengamati permukaan air laut, dan biasa disebut sebagai ombak. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ombak adalah embusan angin, di samping ada pula faktor lain seperti pasang surut laut yang terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari.

Perubahan Warna

Warna ombak pada umumnya terlihat biru, merah, atau hijau. Warna ombak ditentukan oleh interaksi antara cahaya matahari, kedalaman air, dan organisme hidup di dalam laut. Namun, ombak bisa berubah warna. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:

  1. Kehidupan Mikroskopis (Plankton)
  1. Ledakan populasi alga mikroskopis (fitoplankton) jenis tertentu menghasilkan warna tertentu. Alga yang mengandung pigmen kemerahan atau cokelat, misalnya, dapat membuat air laut berubah warna menjadi merah, oranye, atau kecokelatan.
  2. Beberapa jenis plankton (seperti dinoflagellata) akan memancarkan cahaya biru neon ketika terganggu oleh gerakan ombak atau perahu sehingga ombak pun terlihat biru.[2]
  1. Kedalaman dan Kejernihan Air
  1. Air laut dapat menyerap warna dengan gelombang panjang (merah, oranye, kuning) dan memantulkannya dengan gelombang pendek (biru). Di laut yang dalam dan jernih, ombak akan terlihat biru pekat.
  2. Jika air laut dangkal atau mengandung banyak zat organik (seperti klorofil dari tumbuhan laut), cahaya biru bercampur dengan pantulan warna kuning/hijau, membuat ombak terlihat berwarna hijau atau toska cerah.
  1. Material di Dasar Laut dan Cuaca
  1. Ombak terlihat cokelat akibat aliran sungai membawa lumpur, pasir, dan sedimen ke laut, yang kemudian teraduk oleh ombak. Ini biasanya terjadi di dekat pantai setelah badai atau hujan lebat.
  2. Saat ombak pecah di dekat pantai, air menjebak udara dan membentuk miliaran gelembung kecil. Gelembung-gelembung ini memantulkan semua spektrum cahaya matahari secara merata sehingga ombak terlihat putih bersih.[3]

Referensi

  1. ↑ Fitriana.A, Ramadhani.F, Hanifah.I (2023). "PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PRODUK MINIATUR SIMULASI OMBAK KAPAL BERBASIS VIDEO". JIEOM. 06 (01): 2–3.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Ranjan, Phalguni (2025-09-03). "Colours of the Sea: A Light Show Under the Waves". roundglasssustain.com. Diakses tanggal 2026-09-14.
  3. ↑ "Light and Color in the Deep Sea" (PDF). oceanexplorer.noaa.gov. 2025. Diakses tanggal 2026-09-14.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik oseanografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan