Jumat, 23 Oktober 2026
06:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Interaksi dasar

Bagikan:
Nama InteraksiBesaran RelatifKelakuan
Gaya nuklir kuat10401/r7
Gaya Elektromagnetik10381/r2
Gaya nuklir lemah10151/r5 hingga 1/r7
Gravitasi1001/r2

Interaksi dasar adalah mekanisme di mana partikel saling berinteraksi satu sama lain, dan tidak dapat dijelaskan dengan interaksi dasar lainnya. Setiap fenomena dalam fisika yang telah diamati, mulai dari galaksi bertabrakan dengan yang lainnya sampai ke quark bergoyang dalam proton, dapat dijelaskan dengan interaksi ini. Karena pentingnya, pengertian terhadap gaya-gaya tersebut menarik perhatian fisikawan selama lebih dari setengah abad, dan masih berlanjut terus.

Biasanya, fisikawan menghitung empat interaksi: gravitasi, elektromagnetisme, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat. Besarannya dan kelakuannya berbeda jauh satu sama lain, bisa dilihat di tabel di atas. Dan diyakini ketiga gaya di atas adalah suatu interaksi yang lebih dasar.

Gaya-gaya tersebut disebut "gaya dasar" namun banyak orang menduga penamaan ini menyesatkan karena gravitasi tidak lagi dijelaskan sebagai "gaya" dalam Hukum gerak Newton: tidak ada "gaya gravitasi" yang bekerja di suatu jarak yang menyebabkan suatu benda bertambah kecepatannya. (seperti dikira 1 abad yang lalu dalam teori gravitasi Newton). Oleh karena itu relativitas umum menjelaskan gravitasi dengan lekukan ruangwaktu (terdiri dari pembesaran waktu gravitasi dan lekukan ruang.

Pandangan modern dari 3 gaya dasar ini (semua di atas kecuali gravitasi) adalah objek tidak berinteraksi secara langsung satu sama lain tetapi menciptakan sebuah medan yang memengaruhi kelakuan dari objek di kejauhan. Dari teori medan kuantum medan-medan ini dihubungkan dengan satu atau lebih partikel dan dipercayai sebagai hasil dari simetri dasar alam.

Bibliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan