Senin, 28 September 2026
18:35 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Gaspar da Costa

Gaspar da Costa (meninggal di Penfui, Timor Barat, 9 November 1749) adalah pemimpin atau tenente geral (letnan jenderal) dari orang Topas pemakai bahasa Portugis, sebuah kelompok Eurasia yang mendominasi sebagian besar politik di Timor pada periode modern awal. Ia banyak bertanggung jawab atas kejatuhan dramatis dari kekuasaan Portugis di Timor Barat, sebuah proses yang berujung pada pembentukan pembagian modern Timor menjadi separuh wilayah Indonesia dan separuh wilayah independen.

Bacaan tambahan

  • Boxer, C.R. (1947), The Topasses of Timor, Amsterdam: Indisch Instituut te Amsterdam.
  • Haga, A. (1882), 'De slag bij Penefoeij en Vendrig Lip', Tijdschrift voor Taal-, Land- en Volkenkunde 27.
  • Hägerdal, Hans (2007), 'Rebellions or Factionalism? Timorese Forms of Resistance in an Early Colonial Context, 1650-1769', Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 163.
  • Matos, Artur Teodoro de (1974), Timor Português 1515-1769, Lisboa: Instituto Histórico Infante Dom Henrique.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan