Selasa, 27 Oktober 2026
06:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Gas kayu

Gas kayu

Bagikan:
250px-Woodgas_Flame.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Api dari generator gas kayu

Gas kayu adalah bahan bakar gas sintetis yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk tungku, kompor dan kendaraan sebagai pengganti bensin, diesel atau bahan bakar lainnya. Selama proses produksi, biomassa atau bahan lain yang mengandung karbon digasifikasi dalam lingkungan terbatas oksigen dari generator gas kayu untuk menghasilkan hidrogen dan karbon monoksida. Gas-gas ini kemudian dapat dibakar sebagai bahan bakar dalam lingkungan yang kaya oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan panas. Pada beberapa gasifier proses ini didahului dengan pirolisis, dimana biomassa atau batubara terlebih dahulu diubah menjadi arang, melepaskan metana dan tar yang kaya akan hidrokarbon aromatik polisiklik.

Gas kayu pertama tampaknya dibangun oleh Gustav Bischof pada tahun 1839. Kendaraan pertama yang ditenagai oleh gas kayu dibuat oleh Thomas Hugh Parker pada tahun 1901.[1] Sekitar tahun 1900, banyak kota mengirimkan gas sintetis (diproduksi secara terpusat, biasanya dari batu bara) ke tempat tinggal. Gas alam mulai digunakan hanya pada tahun 1930.

Referensi

  1. ↑ "Thomas Hugh Parker". Diarsipkan dari asli tanggal 5 Mei 2013. Diakses tanggal 3 Oktober 2020.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik energi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan