Minggu, 01 November 2026
09:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Zona Penyangga Perserikatan Bangsa-Bangsa di Siprus

Zona Penyangga Perserikatan Bangsa-Bangsa di Siprus

zona demiliterisasi di Siprus

Bagikan:
Zona Penyangga Perserikatan Bangsa-Bangsa di Siprus
330px-GreenLine_BufferZone_Large.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zona penyangga di Nikosia
Data
TipeZona demiliterisasi
Zona penyangga Suntingan nilai di Wikidata
Sejak30 Desember 1963
Tata kelola perusahaan
OperatorPerserikatan Bangsa-Bangsa Suntingan nilai di Wikidata
Bagian dariborder between Cyprus and Northern Cyprus (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Zona Penyangga Perserikatan Bangsa-Bangsa di Siprus adalah zona demiliterisasi yang dijaga oleh Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Siprus (UNFICYP). Zona ini didirikan pada tahun 1964 dan diperpanjang pada tahun 1974 setelah invasi Turki ke Siprus dan disepakatinya gencatan senjata 16 Agustus 1974. Pulau Siprus sendiri secara de facto terbagi menjadi tiga, yaitu Republik Siprus di selatan yang dikuasai oleh etnis Yunani, pangkalan Britania di Akrotiri dan Dhekelia, dan Republik Turki Siprus Utara yang dikuasai oleh etnis Turki. Zona ini (yang juga dikenal dengan nama "Garis Hijau", bahasa Yunani:Πράσινη Γραμμή, Prasini Grammi; bahasa Turki:Yeşil Hat) terbentang sepanjang 180 km dari Paralimni di timur hingga Kato Pyrgos di barat dengan seksi yang terpisah yang mengelilingi Kokkina. Zona ini melintasi pusat kota Nikosia dan membagi kota tersebut menjadi dua. Secara keseluruhan, garis ini mencakup wilayah seluas 346 km2, dan lebarnya bervariasi dari kurang dari 20 meter hingga lebih dari 7 km.[1][2][3]

Garis ini juga dinamai "Garis Attila";[4] nama ini merupakan kode operasi Turki saat melakukan intervensi militer pada tahun 1974, yaitu Operasi Attila. Pasukan Turki telah membangun penghalang di sisi utara zona ini yang terdiri dari pagar berduri, tembok, menara pengawas, lubang anti-tank dan ranjau.

Sekitar 10.000 orang tinggal di beberapa desa yang terletak di dalam zona ini; desa Pyla dikenal sebagai satu-satunya desa yang menjadi tempat tinggal bersama orang Yunani dan Turki. Desa-desa lainnya adalah Deneia, Athienou dan Troulloi. Sementara itu, beberapa wilayah sama sekali tidak dijamah oleh manusia.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ "UNFICYP Background". UN.org. UN Peacekeeping. Diakses tanggal 10 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "About the Buffer Zone". unficyp.unmissions.org. United Nations Peacekeeping Force in Cyprus. Diakses tanggal 10 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Konyalian, Claudia. "Biodiversity in Cyprus 346 square kilometres Buffer Zone". undp.org. United Nations Development Programme. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-03. Diakses tanggal 10 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Oxford References: Attila Line

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai United Nations Buffer Zone in Cyprus.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai United Nations Buffer Zone in Cyprus.


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan