Jumat, 23 Oktober 2026
15:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Garis Bar Lev

Garis Bar Lev

Bagikan:
250px-Bar_Lev_line_with_prisoners.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tank M48A3 Israel dari batalion 52, Kompi A. Foto diambil pada tanggal 13 Oktober 1973

Garis Bar Lev atau Perbentengan Bar Lev (bahasa Arab: خط برليف, bahasa Ibrani: קו בר לב) adalah sejumlah perbentengan yang dibangun oleh Israel di pesisir timur Terusan Suez setelah Israel berhasil merebut wilayah Sinai dari Mesir selama Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Sejarah

Garis Bar Lev dikembangkan dari sejumlah perbentengan di pesisir timur Terusan Suez. Setelah artileri Mesir membombardir posisi Israel selama Perang Atrisi, Israel mengubah perbentengan ini menjadi sistem pertahanan yang rumit yang terbentang sepanjang 150 km di pesisir Terusan Suez (kecuali Danau Pahit Besar yang tidak memungkinkan penyeberangan pasukan akibat lebarnya danau tersebut). Garis Bar Lev dirancang untuk menghentikan serangan Mesir dan ditujukan sebagai "kuburan bagi pasukan Mesir".[1][2]

Selama Perang Yom Kippur pada Oktober 1973, tentara Mesir yang dipimpin oleh Presiden Anwar Sadat berhasil menembus Garis Bar Lev dalam waktu kurang dari dua jam setelah melancarkan serangan kejutan. Untuk menembus selekoh tanah yang dibangun oleh Israel, pasukan Mesir menggunakan meriam air yang terbukti jauh lebih efektif daripada bahan peledak, artileri atau buldoser.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Dr. George W. Gawrych, The 1973 Arab-Israeli War: The Albatross of Decisive Victory Diarsipkan 2011-05-07 di Wayback Machine pp. 16–18
  2. ↑ Simon Dunstan, The Yom Kippur War: The Arab-Israeli War of 1973 pp. 8, 9–11

Daftar pustaka

  • The Yom Kippur War: The Epic Encounter That Transformed the Middle East oleh Abraham Rabinovich. ISBN 0-8052-4176-0
  • The 1973 Arab-Israèli war: The albatross of decisive victory oleh Dr. George W. Gawrych. Leavenworth papers US ISSN 0195-3451

30°31′30″N 32°19′45″E / 30.52500°N 32.32917°E / 30.52500; 32.32917


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan