Minggu, 25 Oktober 2026
01:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Gangga Pushkaram

Gangga Pushkaram

Bagikan:
250px-Ganga_Arati_at_Parmarath_Niketan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perayaan di Sungai Gangga

Ganga Pushkaram adalah festival keagamaan yang dirayakan oleh umat Hindu setiap 12 tahun, bertepatan dengan saat Jupiter (Brihaspati) memasuki rasi zodiak tertentu yang terkait dengan Sungai Gangga.[1] Festival ini menjadi bagian dari tradisi Pushkaram, yang mencakup perayaan serupa untuk 12 sungai besar di India berdasarkan zodiak.[2] Ganga Pushkaram memiliki arti khusus karena Sungai Gangga dipandang sebagai salah satu sungai paling suci dalam agama Hindu, yang dipercaya mampu menghapus dosa dan memberikan pembebasan spiritual.[3]

Selama perayaan ini, jutaan peziarah berkumpul di tepi Sungai Gangga untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan. Mandi suci di sungai dianggap sebagai ritual utama yang membawa berkah dan menyucikan jiwa. Selain itu, kegiatan seperti meditasi, doa, pemberian amal, dan ritual leluhur.[1]

Tradisi Spiritual

Selama perayaan ini, jutaan peziarah berkumpul di tepi Sungai Gangga untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan. Mandi suci di sungai dianggap sebagai ritual utama yang membawa berkah dan menyucikan jiwa.[1] Selain itu, kegiatan seperti meditasi, doa, pemberian amal, dan ritual leluhur (Shraddha) dilakukan untuk menghormati leluhur dan dewa-dewa. Festival ini juga sering disertai dengan seminar agama, khotbah, serta kegiatan budaya yang melibatkan seni dan musik tradisional.[4]

Pusat utama perayaan Ganga Pushkaram biasanya adalah kota-kota di sepanjang Gangga, seperti Haridwar, Varanasi, Allahabad (Prayagraj), dan Rishikesh.[1] Selama Pushkaram, lokasi-lokasi ini menjadi sangat padat karena jutaan peziarah datang untuk berpartisipasi. Infrastruktur sementara sering dibangun untuk mendukung kegiatan festival, termasuk tempat tinggal darurat, dapur umum, dan fasilitas kesehatan.[5]

Ganga Pushkaralu terbaru dirayakan di Varanasi pada tahun 2023, menjadi acara budaya dan spiritual yang penting terutama bagi komunitas berbahasa Telugu dan masyarakat lainnya.[4]

Mitologi

Secara astrologis, festival ini diatur oleh kalender Hindu. Jupiter dianggap sebagai penguasa kebijaksanaan dan pengetahuan, sehingga perpindahan Jupiter ke zodiak tertentu dianggap sebagai waktu yang sangat menguntungkan. Pushkaram secara tradisional berlangsung selama 12 hari pertama setelah peristiwa astronomis.[6]

Festival ini juga memiliki dimensi ekologi. Upaya untuk membersihkan dan melestarikan sungai sering menjadi bagian dari perayaan, menyoroti pentingnya lingkungan dalam konteks spiritualitas.[7]

Lihat Juga

Referensi

  1. 1 2 3 4 Warrier, Shrikala (2014). Kamandalu: The Seven Sacred Rivers of Hinduism (dalam bahasa Inggris). MAYUR University. ISBN 978-0-9535679-7-3.
  2. ↑ Pillai, L. D. S. (1996-12). Panchang and Horoscope (dalam bahasa Inggris). Asian Educational Services. ISBN 978-81-206-0258-8.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Dalal, Roshen (2014-04-18). Hinduism: An Alphabetical Guide (dalam bahasa Inggris). Penguin UK. ISBN 978-81-8475-277-9.
  4. 1 2 "The Hindu : Holy dip". web.archive.org. 2016-07-24. Diakses tanggal 2024-11-22.
  5. ↑ "Pranahita Pushkaram from today". The Times of India. 2010-12-06. ISSN 0971-8257. Diakses tanggal 2024-11-22.
  6. ↑ "Festivities begin in Srirangam". The Hindu (dalam bahasa Indian English). 2017-09-12. ISSN 0971-751X. Diakses tanggal 2024-11-22.
  7. ↑ Sanagala, Naveen (2018-05-30). "Pushkarams 2018 | Bhimarathi Pushkaralu | River Bhima Pushkarams". HinduPad (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-22.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan