Senin, 28 September 2026
19:08 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Gamelan Banjar

Gamelan Banjar

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Gamelan Banjar" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (2013) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Gamelan_Banjar_Rakyatan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gamelan Banjar versi Rakyatan koleksi Museum Lambung Mangkurat.

Gamelan gaya Banjar adalah seni karawitan dengan peralatan musik gamelan yang berkembang di kalangan suku Banjar di Kalimantan Selatan.[1] Gamelan gaya Banjar yang ada di Kalsel ada 2 versi yaitu versi keraton dan versi rakyatan.[2] Dalam perkembangannya musik gamelan Banjar versi keraton semakin punah. Sementara musik Gamelan Banjar versi rakyatan hingga kini masih ada.[1]

Sejarah

Alunan Gamelan Banjar sebagai pengiring Tari Baksa Kembang.

Gamelan Banjar keberadaannya sudah ada sejak zaman Kerajaan Negara Dipa pada abad ke-14 yang dibawa oleh Pangeran Suryanata[3] ke Kalimantan Selatan bersama dengan kesenian Wayang Kulit Banjar dan senjata keris sebagai hadiah kerajaan Majapahit.

Setelah runtuhnya Kerajaan Negara Daha (1526), ada beberapa pemuka adat yang mengajarkan seni gamelan dan seni lainnya kepada masyarakat yaitu:[3]

  1. Datu Taruna sebagai penggamelan
  2. Datu Taya sebagai dalang wayang kulit
  3. Datu Putih sebagai penari topeng

Masa Pangeran Hidayatullah II , penabuh-penabuh gamelan disuruh belajar menabuh gamelan di keraton Solo.[3] Hingga saat itu, baik pukulan maupun yang lainnya menjadi panutan gamelan gusti-gustian, terutama sekali pukulan yang hanya ditambah dua kali akhir gong.[4]

Selain itu, tak ditemukan lagi gamelan yang lengkap seperti Simanggu Besar (disimpan di Museum Nasional Jakarta) dan Simanggu Kecil, tetapi yang dikenal hanya lagu: ayakan, perangan, geol, mas mirah dan perang alun.[3]

Macam-macam versi

Gamelan Banjar terdiri atas instrumen idiofon yang menghasilkan bunyi dari bilah maupun gong, termasuk bilah berpencu. Instrumen utama pembawa melodi adalah sarun, disertai serantum yang bentuknya mirip sarun tetapi nadanya diselaraskan satu oktaf lebih rendah. Selain itu terdapat kenong yang susunannya menyerupai bonang Jawa, serta kangsi, gong/agung, dan babun yang berfungsi sebagai pengatur tempo dan irama.[5]

Di daerah Hulu Sungai, kelompok yang dipimpin Utuh Aini menguasai rumpun Kaliningan yang awalnya dikembangkan Dalang Tulur, Dalang Asra, Sarbaini, Busrajuddin dan Aci. Karena Kaliningan Hulu Sungai bersifat praktis cukup ditabuh hanya 8 orang. Gamelan tersebut terdiri dari:[5]

  1. 2 buah sarun
  2. 1 buah sarantam
  3. 1 buah kanung
  4. 1 buah katuk
  5. 1 buah kangsi
  6. 1 buah babun
  7. gong besar
  8. gong kecil

Gamelan Banjar versi Keraton

Gamelan Banjar versi keraton, berikut adalah perangkat instrumennya:

  1. Babun
  2. Gendang Dua (Gaduk/Pambaduk)
  3. Rebab
  4. Gambang
  5. Selentem
  6. Ketuk
  7. Dawu
  8. Sarun 1 (Sarun kapala)
  9. Sarun 2 (Sarun dasar)
  10. Sarun 3
  11. Seruling
  12. Kanung
  13. Kangsi
  14. Gong besar
  15. Gong kecil[2]

Lagu-lagu gamelan yang pernah berkembang di Keraton Banjar:

  1. Ayak-ayakan 5
  2. Wani-wani
  3. Pancar buang
  4. Paksi mandong
  5. Paksi muluk
  6. Kabur
  7. Sumbu gelang
  8. Mas gemintir
  9. Gunjang ganjing 5
  10. Gunjang ganjing babon
  11. Kembang muni
  12. Ketawang
  13. Tiba kembang gayam
  14. Lagu kencang
  15. Sitro anam

Gamelan Banjar versi Rakyatan

Gamelan Banjar versi rakyatan, berikut adalah perangkat instrumennya:

  1. Babun
  2. Dawu
  3. Sarun
  4. Sarantun (sejenis saron)
  5. Kanung
  6. Kangsi/Karakicak (sejenis Kecer)
  7. Gong Besar
  8. Gong Kecil

Referensi

  1. 1 2 "Gamelan Banjar: Harmoni Tradisional Khas Kalimantan Selatan". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2026-01-16.
  2. 1 2 Sugiarto, R. Toto (2016-01-01). Ensiklopedi Seni Dan Budaya 2: Alat Musik Tradisional. Media Makalangan. hlm. 51.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 4 Dewi, Ni Luh Putu Chandra; Estudiantin, Nusi Lisabilla; Yogaswara, Wawan; Yulita, Ita; Moerdianti, Retno (2008). Informasi Koleksi Musik Tradisional Indonesia (PDF). Jakarta: Museum Nasional.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrKAzzfp4Rp_QEAaRvLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771511008/RO=10/RU=https://senibudaya-indonesia.blogspot.com/2017/01/gamelan-banjar-pengertian-sejarah-dan.html/RK=2/RS=.mMv2M0fYXS0aQw170Py59.Z820-. Diakses tanggal 2026-02-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  5. 1 2 Hastuti, Sri (2005). TRADISI NUSANTARA.pdf Musik Tradisi Nusantara: Musik-musik yang Belum Banyak Dikenal (PDF). Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.{{cite book}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan