Kamis, 24 September 2026
06:46 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Bibliothèque nationale de France

Bibliothèque nationale de France

Bibliothèque nationale de France
Perpustakaan Nasional Prancis
250px-Logo_BnF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Biblioth%C3%A8que_nationale_de_France_%28site_Richelieu%29%2C_Paris_-_Salle_Ovale.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Biblioth%C3%A8que_nationale_de_France&revid=29799551&groups=_53dd3520f85bd7bedab053d5df8363ea5855157e&parser=parsoid
LokasiParis
Didirikan1461 (1461) (Royal Library)
1792 (1792) (BN)[1]
Koleksi
Ukuran30 juta benda (14 juta buku dan publikasi)[2]
Informasi lain
Anggaran€254 juta[2]
DirekturBruno Racine
Karyawan2.700
Situs webwww.bnf.fr/en/tools/a.welcome_to_the_bnf.html

Bibliothèque nationale de France (BnF, IPA: [bi.bli.jɔ.tɛkna.sjɔ.naldəfʁɑ̃s];[3] "Perpustakaan Nasional Prancis") adalah nama perpustakaan negara Prancis, yang terletak di kota Paris.[4][5] Bertujuan sebagai tempat penyimpanan semua penerbitan di Prancis.[6] Presiden perpustakaan ini sekarang adalah Bruno Racine.[7]

Sejarah

Perpustakaan Nasional Prancis berakar pada perpustakaan kerajaan yang didirikan di Istana Louvre oleh Charles V pada tahun 1368. Charles V sebelumnya menerima koleksi manuskrip dari pendahulunya, John II, yang kemudian dipindahkan dari Palais de la Cité ke Louvre. Pustakawan pertama yang tercatat adalah Claude Mallet, valet de chambre (pejabat istana yang melayani kebutuhan pribadi raja), yang menyusun semacam katalog berjudul Inventoire des Livres du Roy nostre Seigneur estans au Chastel du Louvre. Selanjutnya, Jean Blanchet membuat daftar lain pada tahun 1380, disusul oleh Jean de Bégue pada tahun 1411 serta versi tambahan pada tahun 1424. Charles V dikenal sebagai pelindung ilmu pengetahuan yang mendorong kegiatan pengumpulan dan penyalinan buku secara masif. Ia diketahui mempekerjakan tokoh-tokoh seperti Nicholas Oresme dan Raoul de Presles untuk menyalin teks-teks kuno. Namun, setelah wafatnya Charles VI, koleksi awal ini dibeli secara sepihak oleh penguasa Inggris di Prancis, Adipati Bedford, yang kemudian memindahkannya ke Inggris pada tahun 1424. Koleksi tersebut tampaknya kemudian tercerai-berai setelah kematiannya pada tahun 1435.[8][9]

Charles VII tidak banyak melakukan upaya untuk memulihkan kehilangan buku-buku tersebut, tetapi penemuan mesin cetak mendorong terbentuknya koleksi baru di Louvre yang kemudian diwarisi oleh Louis XI pada tahun 1461. Charles VIII menyita sebagian koleksi raja-raja Aragon.[10] Louis XII, yang mewarisi perpustakaan di Blois, kemudian menggabungkannya ke dalam Bibliothèque du Roi serta menambah koleksi tersebut dengan koleksi Gruthuyse dan sejumlah buku yang diperoleh dari Milan. Francis I pada tahun 1534 memindahkan koleksi tersebut ke Fontainebleau dan menggabungkannya dengan perpustakaan pribadinya. Pada masa pemerintahannya, penjilidan buku yang indah menjadi tren, dan banyak buku yang ditambahkan olehnya serta Henry II dikenal sebagai contoh penting dalam seni penjilidan buku.[11]

Gedung baru

250px-Paris_13e_BNF_Site_Fran%C3%A7ois-Mitterrand_746.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lihat rincian gambar

Pada tanggal 14 Juli 1988, Presiden Prancis François Mitterrand mengumumkan pembangunan dan pengembangan salah satu perpustakaan terbesar dan termodern di dunia, yang mencakup semua bidang pengetahuan dan didesain untuk dapat dicapai semua orang, menggunakan teknologi transfer data paling modern, sehingga dapat dihubungi dari jarak jauh, dan akan bekerja sama dengan semua perpustakaan di Eropa. Setelah semua koleksi utama dipindahkan dari rue de Richelieu, Perpustakaan Nasional Prancis resmi dibuka pada tanggal 15 Desember 1996.[12]

Misi

Perpustakaan nasional Prancis adalah suatu organisasi publik di bawah pengawasan Kementrian Kebudayaan Prancis. Misinya adalah untuk mengumpulkan koleksi, khususnya salinan karya-karya yang diterbitkan di Prancis, yang menurut hukum harus disimpan di sana, mengawetkan dan membuatnya tersedia bagi umum.[13] Perpustakaan ini menerbitkan suatu katalog Referensi, bekerja sama dengan organisasi nasional dan internasional lain, serta berpartisipasi dalam program-program riset.

Naskah bahasa Yunani

Perpustakaan ini memuat sekitar 5.000 naskah kuno bahasa Yunani, yang dibagi atas tiga fonds ("bagian"): Ancien fonds grec, fonds Coislin, dan Fonds du Supplément grec.[14]

Gallica

Gallica, perpustakaan digital untuk pengguna online, dibentuk pada tahun 1997. Mulai bulan Januari 2012,[15] Gallica tersedia di internet dengan sekitar:

  • 1 600 000 dokumen
  • 320 000 buku,
  • 36 000 peta,
  • 19 462 manuskrip,
  • 410 000 gambar,
  • 830 000 surat kabar dan majalah,
  • 7 000 lembaran musik

Lihat pula

Referensi

  1. Jack A. Clarke. "French Libraries in Transition, 1789-95." The Library Quarterly, Vol. 37, No. 4 (Oct., 1967)
  2. 1 2 "La BnF en chiffres". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-11-28. Diakses tanggal 2013-11-10.
  3. "Bibliothèque Nationale de France | History, Construction & Architects | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-22.
  4. "En ce moment". BnF – Institutional website (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-22.
  5. "Bibliothèque nationale de France (BnF) - Site François Mitterrand | Ministère de la Culture". www.culture.gouv.fr (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2026-05-22.
  6. Sciolino, Elaine (2022-10-14). "A Vault Holding Long-Hidden French Treasures Swings Open Its Doors". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2024-05-20.
  7. Herzberg, Pat (2013-03-28). "Bruno Racine reconduit à la BNF". Le Monde.fr (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2024-05-20.
  8. Priebe, Paul M. (1982). "From Bibliothèque du Roi to Bibliothèque Nationale: The Creation of a State Library, 1789-1793". The Journal of Library History (1974-1987). 17 (4): 389–408. ISSN 0275-3650.
  9. Lombard-Jourdan, Anne (1981). "A propos de Raoul de Presles. Documents sur l'homme". Bibliothèque de l'École des chartes. 139 (2): 191–207. doi:10.3406/bec.1981.450230.
  10. Konstantinos Staikos (2012), History of the Library in Western Civilization: From Petrarch to Michelangelo, New Castle, DE: Oak Knoll Press, ISBN 978-1-58456-182-8
  11. Rines, G. E. (Ed.). (1920). National Library of France. Dalam Encyclopedia Americana (karya domain publik).
  12. Ramsay, Raylene L. (2003). French women in politics: writing power, paternal legitimization, and maternal legacies. Berghahn Books. hlm. 17. ISBN 978-1-57181-082-3. Diakses tanggal 21 Mei 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. "Missions et organisation de la BnF". BnF - Site institutionnel (dalam bahasa Prancis). 2024-05-15. Diakses tanggal 2024-05-20.
  14. "Bibliothèque nationale de France (National Library of France)". Atlas Obscura (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-20.
  15. Bertrand, Sophie; Girard, Aline (2016-01-01). "Gallica (1997 – 2016)". bbf.enssib.fr (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2024-05-20.

Pustaka tambahan

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bibliothèque nationale de France.

48°50′01″N 2°22′33″E / 48.83361°N 2.37583°E / 48.83361; 2.37583

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan