Rabu, 04 November 2026
01:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Budaya Galia-Romawi

Budaya Galia-Romawi

Bagikan:
250px-Galloroemische_grabfiguren_museum_ingelheim.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca-arca Galia-Romawi yang ditemukan di Ingelheim am Rhein

"Galia-Romawi" adalah sebuah istilah yang mengacu kepada budaya Galia yang telah mengalami Romanisasi pada masa kekuasaan Kekaisaran Romawi. Proses ini memiliki ciri berupa pengambilan atau pengadaptasian moral-moral dan gaya hidup Romawi ke dalam kehidupan Galia.[1] Interpretatio romana memberikan nama-nama Romawi untuk dewa-dewi Galia, seperti misalnya dewa penempa logam Gobannus,[2] tetapi dari antara dewa-dewi Keltik hanya dewi pelindung kuda Epona yang meresap ke dalam budaya Romawi.[3]

Periode Migrasi yang bermula pada awal abad ke-5 mengakibatkan perubahan besar, dan wilayah Galia utara yang sebelumnya mengalami Romanisasi berubah menjadi wilayah dengan kebudayaan Meroving. Namun demikian, budaya Galia-Romawi masih bertahan hingga abad ke-7 di beberapa wilayah, khususnya di Gallia Narbonensis.

Catatan kaki

  1. ↑ Lihat G. Woolf, Becoming Roman: The Origins of Provincial Civilization in Gaul (Cambridge University Press) 1998.
  2. ↑ J Pollini, Gallo-Roman Bronzes and the Process of Romanization: The Cobannus Hoard, in series Monumenta Graeca et Romana, 9 (Leiden:Brill) 2002.
  3. ↑ L.S. Oaks, "The goddess Epona: concepts of sovereignty in a changing landscape" in Pagan Gods and Shrines of the Roman Empire, 1986
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Budaya Galia-Romawi.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan