Senin, 12 Oktober 2026
09:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Gaius Caesar

Gaius Caesar

Bagikan:
250px-Gaius_C%C3%A4sar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gaius Caesar

Gaius Caesar (20 SM – 21 February 4 M) adalah putra sulung dari putri tunggal Kaisar Augustus, yakni Julia The Elder. Gaius dilahirkan dari pernikahan kedua Ibunya dengan Marcus Vipsanius Agrippa dan memiliki dua adik, yaitu Lucius Caesar dan Agrippa Postumus. Pada mulanya, Gaius dan Lucius Caesar dibesarkan seperti putranya sendiri oleh Kaisar Augustus sejak 17 SM. Adapun kedua kakak beradik ini dibesarkan untuk menjadi bagian dari pewaris kekaisaran.[1] Hal ini diketahui dari perkembangan karier politik Gaius yang dicatat dalam dinasti Julio-Claudian, di mana Senat Romawi telah membukakan jalan untuk Gaius untuk mempercepat karier tanpa terlebih dahulu memegang jabatan kuestor ataupun pretor. Tentunya hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan anggota senat biasa yang diharuskan mengambil jalur tersebut sebagai bagian dari cursus honorum.[2]

Pada mulanya, Gaius diberi komando khusus ke provinsi-provinsi timur. Telah tercatat bahwa sebelum ia melakukan misi ini, Gaius melakukan perjalanan besar selama satu setengah tahun melintasi Yunani. Pada tahun 1 SM, ia berhasil membuat perjanjian damai dengan Raja Phraates V dari Parthia di sebuah pulau di Sungai Eufrat. Ia kemudian diberikan jabatan konsul pada tahun 1 M dan dikirim ke misi Suriah dengan wewenang untuk menegaskan kembali pemerintahan Romawi atas Armenia di bagian timur.[3]

Setahun setelah jabatan konsul Gaius berlangsung, adiknya Lucius jatuh sakit hingga meninggal dunia di Massilia pada tahun 2 M, di mana sekitar delapan belas bulan kemudian pada tahun 3 M, Gaius terluka ketika terjadi pengepungan. Ia kemudian menjadi sangat sakit dan bersiap untuk kembali ke Roma. Namun pada saat mencapai Turki, kondisinya menjadi lebih buruk hingga Gaius meninggal di Limyra pada 21 Februari pada tahun 4 M.[1] Pada tahun berikutnya, Kaisar Augustus kemudian mengadopsi anak tirinya, Tiberius, bersama dengan adik bungsu Gaius dan Lucius, yaitu Agrippa Postumus untuk menjadi bagian dari pewaris kekaisaran.

Referensi

  1. 1 2 Armstrong, Martin. "Gaius Caesar". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-21. Diakses tanggal 20/1/2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ Rowe, Greg (2002). Prince and Political Culture. Universit Of Michigan. hlm. 45. ISBN 978-0-472-11230-2.{{cite book}}: |url-status=https://www.press.umich.edu/script/press/17222 tidak valid; Tautan eksternal dalam |url-status=
  3. ↑ Romer, F. E. (1979). "Gaius Caesar's Military Diplomacy in the East". Gaius Caesar's Military Diplomacy in the East. 109: 200. doi:10.2307/284058. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 2020-01-22.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan