Selasa, 03 November 2026
00:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Glomerulonefritis membranosa

lesi yang menyebar difus pada semua glomerulus karena terjadi penebalan membran basalis.

Bagikan:
Glomerulonefritis membranosa
SpesialisasiNefrologi Sunting ini di Wikidata

Glomerulonefritis membranosa adalah lesi yang menyebar difus pada semua glomerulus karena terjadi penebalan membran basalis. Secara morfologis ditandai dengan adanya endapan berisi imunoglobulin di subepitel sepanjang glomerulus. perubahan ini berjalan lambat dengan remisi sementara.[1][2] GN membranosa dapat berkaitan dengan penyakit atau bahan tertentu, seperti: infeksi (hepatitis B, sifilis, malaria), tumor ganas, penyakit autoimun, obat-obatan dll. sekitar 85% bersifat primer.[1] Ia dapat dibedakan dengan menilai dari kondisi klinis, laboratorium dan ciri-ciri histologinya.[3] Sekitar sepertiga pasien akan mengalami ESRF dalam waktu 5 hingga 10 tahun.[2]

Rujukan

  1. 1 2 (Inggris) Kumar,vinay (2003). Robbins basic pathology. elsevier inc. ISBN 978-979-448-843-0.
  2. 1 2 (Inggris) price,sylvia anderson (2002). pathophysiology: clinical cencepts of disease processes. elsevier science. ISBN 979-448-734-1.
  3. ↑ (Inggris) Diarsipkan 2021-05-06 di Wayback Machine, Membranous Glomerulonephritis . Diakses pada 13 agustus 2012.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan