Jumat, 25 September 2026
02:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Organisme termodifikasi secara genetika

organisme yang materi genetikanya telah diubah dengan menggunakan metode rekayasa genetika

Organisme termodifikasi secara genetika atau populer disebut dengan GMO (dari bahasa Inggris genetically modified organism) merupakan organisme yang material genetikanya telah dimodifikasi menggunakan metode rekayasa genetika. Organisme yang telah diubah material genetikanya akan memiliki sifat yang berbeda dengan organisme biasa. Organisme yang telah diubah material genetikanya diantaranya bakteri, ragi, serangga, tumbuhan, ikan, dan mamalia. Beberapa jenis tanaman pertanian juga telah menjadi GMO dan dibudidayakan secara luas.[butuh rujukan]

Sejarah

Prinsip umum produksi GMO adalah dengan mengubah materi genetika dari genom suatu organisme. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan mutasi, penghapusan, atau penambahan materi genetika. Ketika meteri genetika dari spesies yang berbeda ditambahkan, hasilnya disebut dengan DNA rekombinan dan organismenya disebut dengan organisme transgenik. DNA rekombinan pertama dihasilkan oleh Paul Berg tahun 1972.[1][2]

Produksi

Modifikasi genetika melibatkan mutasi, penghapusan, dan penambahan gen. Ketika gen ditambahkan dari spesies yang berbeda, maka disebut dengan transfer gen horisontal. Di alam, transfer gen terjadi secara alami ketika DNA dari luar masuk membran sel dengan berbagai cara. Untuk melakukannya secara sintetik membutuhkan peran virus untuk masuk ke dalam sel, atau secara fisik memasukan DNA tambahan ke nukleus dengan menggunakan saluran yang sangat kecil atau dengan partikel yang ditembakkan dari pistol gen.[3][4][5] Metode lainnya yang cukup sering digunakan memanfaatkan bakteri yang mampu melakukan transfer materi genetika seperti Agrobacterium untuk transfer gen ke tumbuhan dan lentivirus untuk transfer gen ke hewan.[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Jackson, DA; Symons, RH; Berg, P (1 Oktober 1972). "Biochemical Method for Inserting New Genetic Information into DNA of Simian Virus 40: Circular SV40 DNA Molecules Containing Lambda Phage Genes and the Galactose Operon of Escherichia coli". PNAS. 69 (10): 2904–2909. Bibcode:1972PNAS...69.2904J. doi:10.1073/pnas.69.10.2904. PMC 389671. PMID 4342968.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ M. K. Sateesh (25 Agustus 2008). Bioethics And Biosafety. I. K. International Pvt Ltd. hlm. 456–. ISBN 978-81-906757-0-3. Diakses tanggal 27 Maret 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Cornell Chronicle, May 14, 1987, page 3.Biologists invent gun for shooting cells with DNA
  4. ↑ Sanford JC et al (1987) Delivery of substances into cells and tissues using a particle bombardment process. Journal of Particulate Science and Technology 5:27-37.
  5. ↑ Klein, TM et al (1987) High-velocity microprojectiles for delivering nucleic acids into living cells. Nature 327:70-73.
  6. ↑ Lee LY, Gelvin SB (Februari 2008). "T-DNA binary vectors and systems". Plant Physiol. 146 (2): 325–332. doi:10.1104/pp.107.113001. OCLC 1642351. PMC 2245830. PMID 18250230.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Park F (Oktober 2007). "Lentiviral vectors: are they the future of animal transgenesis?". Physiol. Genomics. 31 (2): 159–173. doi:10.1152/physiolgenomics.00069.2007. OCLC 37367250. PMID 17684037.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan