Sabtu, 24 Oktober 2026
09:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
G. Kolff & Co.

G. Kolff & Co.

perusahaan asal Hindia Belanda

Bagikan:
330px-Book-tjipta-kota.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan di balik pepohonan tersebut merupakan bangunan awal G. Kolff & Co di Jakarta, yang pernah menjadi salah satu perusahaan penerbitan buku pertama dan paling sukses di Hindia Belanda. Bangunan tersebut ambruk pada 2015 dan kini telah dihancurkan.

G. Kolff & Co., adalah sebuah perusahaan penerbitan, percetakan, dan toko buku yang berpusat di Batavia (sekarang Jakarta). Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan penerbitan buku pertama yang dibuka di Batavia. Saingannya pada waktu itu adalah Lange & Co (berbasis di Rijswijkstraat, sekarang di selatan Jalan Ir. H. Juanda),[1] G.C.T. van Dorp, dan Albrecht & Co.[2] G. Kolff & Co adalah salah satu perusahaan penjualan buku terbesar dan paling sukses di zaman kolonial Hindia Belanda sebelum Gramedia sekarang. Perusahaan ini sekarang sudah tidak ada lagi.

Sejarah

Perusahaan ini bermula dari sebuah toko buku di Buiten Nieuwport Straat (Jalan Pintu Besar Selatan) yang didirikan pengusaha Belanda Willem van Haren Noman pada tahun 1848.[2] Usaha mulai berkembang ketika Gualtherus Johannes Cornelis Kolff datang dari Belanda pada 1850 untuk membantunya.[2] Keduanya lalu membentuk kongsi bernama Van Haren Noman & Kolff. Setelah Van Haren Noman pulang ke Belanda karena sakit, usaha ini dilanjutkan oleh Kolff dan mengubah namanya menjadi G. Kolff & Co.[2] Pada tahun 1860, Kolff memindahkan kantor dan tokonya di Jalan Kali Besar Timur III.

Toko ini menerbitkan buku-buku pengajaran, cacatan perjalanan, laporan penelitian, sains populer, etnografi sosial, sejarah, hingga panduan pertanian.[2] Lain itu, Kolff juga mencetak segala macam produk grafis, buku, kartu pos, dan koran. Beberapa koran yang diterbitkan antara lain Java Bode (1850) dan Bataviaasch Handelsblad, surat kabar harian pertama di Batavia.[2]

Selain di Jakarta, pada masa jayanya Kolff juga mempunyai cabang di Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Madiun, Kediri, Surabaya, Malang, dan Jember.[2] Pada tahun 1930, perusahaannya berubah nama menjadi NV Koninklijke Boekhandel en Drukkerij G. Kolff & Co.[2]

G. Kolff & Co. dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1959 dan dilebur menjadi PN Gita Karya pada tahun 1962.[2] PN Gita Karya, yang kemudian menjadi PT Gita Karya, dibubarkan pada tahun 1991 melalui Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 1991 serta aset-asetnya disertakan ke Percetakan Negara Republik Indonesia dan Pradnya Paramita (kini dileburkan ke Balai Pustaka).

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai G. Kolff & Co..

Referensi

  1. ↑ Merrillees 2000, hlm. 62.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Sejarah G. Kolff & Co, Penerbit Paling Sukses Era Kolonial". tirto.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-06. Diakses tanggal 2020-08-18.

Sumber

  • Merrillees, Scott (2000). Batavia in Nineteenth Century Photographs. Singapore: Editions Didier Millet. ISBN 9789813018778.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan