Selasa, 20 Oktober 2026
05:18 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Fulgence Kayishema

Bagikan:

Fulgence Kayishema (lahir 1960) adalah seorang anggota milisi Hutu Rwanda yang dicari karena kejahatan perang yang dikaitkan dengan perannya dalam Pembantaian Rwanda 1994. Lahir di Kivumu, ia adalah inspektur polisi ketika terjadi genosida.[1] Tuduhannya menyebutkan keterlibatannya dalam pembantaian 6 April 1994 hingga 20 April, bersama dengan Athanase Seromba, Grégoire Ndahimana, Télesphore Ndungutse, hakim Joseph Habiyambere dan wakil wali kota Vedaste Mupende. Pada 25 Mei 2023, Kayishema ditangkap di Paarl, Afrika Selatan, sebagai bagian dari operasi bersama antara otoritas Afrika Selatan dan Mekanisme Residual Internasional untuk Pengadilan Pidana, yang menyerap ICTR pada 2015. Diarsipkan 2023-06-22 di Wayback Machine.

Catatan kaki

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-19. Diakses tanggal 2008-07-17.


Flag of RwandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Rwanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan