Rabu, 30 September 2026
11:21 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Fu Hao

Fu Hao

politikus

Bagikan:
Fu Hao
250px-Fu_Hao.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Fu Hao di Yinxu
PasanganRaja Wu Ding
KeturunanPangeran Jie

Fu Hao (Hanzi sederhana:妇好; Hanzi tradisional:婦好; Pinyin:Fù Hǎo; meninggal sek. tahun 1200 SM) atau Nyonya Hao, anumerta Mu Xin (母辛), dan kadang Nyonya Fu Hao, merupakan salah satu istri Raja Wu Ding dari Dinasti Shang dan, jarang terjadi pada masa itu, juga bekerja sebagai jenderal militer dan imam besar.[1]

Makamnya yang digali di Yinxu, utuh dengan harta bendanya seperti perunggu dan giok. Di dalam lubang itu bukti dari ruang kayu sepanjang 5 meter, 3.5 m lebar dan tinggi 1.3 m mengandung peti mati kayu pernis yang telah hancur.[2]

Biografi

Tidak banyak yang diketahui dari kehidupan awal Fu Hao. Yang diketahui hanya bahwa Raja Wu Ding akan membina kesetiaan suku-suku tetangganya dengan menikahi seorang wanita dari masing-masing suku. Fu Hao (merupakan salah satu dari 60 istri raja) yang memasuki rumah tangga kerajaan melalui pernikahan seperti itu dan mengambil kesempatan dari masyarakat perbudakan semi-matriarkal yang naik derajatnya melalui beberapa tahap.[3] Fu Hao dikenal oleh beberapa sarjana modern terutama dari prasasti pada artefak Tulang orakel Dinasti Shang yang digali di Yinxu.[4]

Di dalam prasasti ini ia terbukti telah melaksanakan berbagai kampanye militer. Keluarga Tu-Fang telah memerangi Shang selama beberapa generasi sampai mereka akhirnya dikalahkan oleh Fu Hao di dalam sebuah pertempuran tunggal yang menentukan. Kampanye selanjutnya diikuti dengan melawan Yi, Qiang dan Ba; yang terakhir terutama dikenang sebagai catatan terawal dari penyergapan besar-besaran di dalam sejarah Cina. Sampai dengan 13,000 pasukan dan jenderal penting Zhi dan Hou Gao sebagai bawahannya, ia merupakan seorang pemimpin militer yang paling berkuasa di masanya.[5] Status yang sangat tidak biasa ini dikonfirmasikan oleh banyaknya senjata, termasuk sumbu pertempuran besar, yang digali dari makamnya.[2]

Meskipun Raja Shang memegang kendali penuh atas hal-hal ritual, yang merupakan kegiatan politik yang paling penting saat itu, prasasti tulang orakel menunjukkan bahwa Wu Ding berulang kali menginstruksikan Fu Hao untuk melakukan ritual khusus dan membakar kurban. Ini sangat tidak biasa bagi seorang wanita pada waktu itu, dan menunjukkan bahwa raja harus memiliki keyakinan besar pada istrinya. Bejana perunggu kurban dan kulit kura-kura yang tertulis "disiapkan oleh Fu Hao yang ditemukan di dalam makamnya menjadi bukti lanjut statusnya sebagai imam besar dan gelindingan orakel.[2]

Ia juga menguasai wilayah kekuasaannya sendiri di perbatasan kerajaan, dan memiliki seorang putra yang bernama Pangeran Jie (prasasti tulang orakel menunjukkan kekhawatiran atas kesehatannya pada saat melahirkan). Ia meninggal sebelum Raja Wu Ding, dan ia membangun sebuah makam untuknya di ujung pemakaman kerajaan di ibu kotanya Yin. Raja kemudian membuat banyak kurban di sana dengan harapan arwahnya dapat membantunya di dalam mengalahkan Gong, yang mengancam akan memusnahkan seluruh Shang.[3] Makam tersebut digali oleh para arkeolog pada tahun 1976 dan sekarang terbuka untuk umum.

Lihat Pula

Referensi

  1. ↑ Ebrey, Patricia (2006). The Cambridge Illustrated History of China. Cambridge University Press. hlm. 26–27. ISBN 0-521-43519-6.
  2. 1 2 3 Buckley Ebrey, Patricia. "Shang Tomb of Fu Hao". A Visual Sourcebook of Chinese Civilization. University of Washington. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2002-01-17. Diakses tanggal Agustus 4, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Woman General Fu Hao". All China Women's Federation. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-02-14. Diakses tanggal Agustus 4, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "The Tomb of Lady Fu Hao" (PDF). British Museum. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2017-06-22. Diakses tanggal Agustus 4, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Fu Hao – Queen and top general of King Wuding of Shang". Color Q World. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-05-27. Diakses tanggal Agustus 4, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan