Selasa, 27 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Friderik Pregl

Friderik Pregl

dokter asal Austria

Bagikan:
Fritz Pregl
Fritz_Pregl.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1869-09-03)3 September 1869
Meninggal13 Desember 1930(1930-12-13) (umur 61)
KewarganegaraanAustria-Hungaria,
kemudian Austria
AlmamaterKarl-Franzens-Universität Graz
Dikenal karenaanalisis mikroelemen
Karier ilmiah
BidangKimia, kedokteran
Wilhelm Ostwald
Emil Fischer
Alexander Rollett

Fritz Pregl (3 September 1869 – 13 Desember 1930) ialah seorang dokter dan kimiawan Austria-Slovenia. Ia memenangkan Nobel Kimia pada tahun 1923 atas sumbangan penting dalam analisis mikro organik kuantitatif, yang salah satunya adalah perbaikan teknik analisis pembakaran untuk analisis unsur.

Biografi

Pregl lahir di Laibach (Ljubljana), Austria-Hungaria, dari ayah Slovenia dan ibu Jerman.

Pregl memulai kariernya sebagai dokter setelah belajar kedokteran di Universitas Graz. Dengan fokus pada fisiologi dan khususnya fisiologi kimia, ia terbatasi oleh mikroanalisis organik kuantitatif. Jumlah zat yang sedikit yang diperolehnya selama penelitian asam empedu membuat analisis elemen perlu diperbaiki. Di akhir penelitiannya, ia telah menurunkan jumlah minimum zat yang diperlukan untuk analisis oleh faktor 50. Ia mengundang para kimiawan untuk mempelajari metode analisis unsurnya, agar metode ini segera diterima meluas.

Pregl meninggal di Graz, Austria.

Referensi

Pranala luar

  • Karl Grandin, ed. (1923). "Fritz Pregl - Biography". Les Prix Nobel. The Nobel Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-07. Diakses tanggal 2008-07-29.{{cite web}}: |author= memiliki nama generik


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan