Senin, 26 Oktober 2026
22:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Frederick Nutter Chasen

Bagikan:
Frederick Nutter Chasen
Lahir
Frederick Nutter Chasen

1896 (1896)
Suffolk, Inggris
MeninggalKesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "{" tidak dikenal. Desember 12 Februari 1942(12 Februari 1942-12-{{{3}}}) (umur Error: Need valid year, month, day)Kesalahan ekspresi: Kata "februari" tidak dikenal.
PekerjaanOrnitolog, zoolog
Pasangan menikahAgnes H McCullock (1926-38)
Kathleen Matilda Michael
AnakHeather Jean Chasen
Christine Elizabeth Chasen

Frederick Nutter Chasen (1896 – 13 Februari 1942) adalah seorang ahli zoologi Inggris.

Chasen diangkat sebagai asisten kurator Museum Raffles di Singapura pada tahun 1921 dan direktur museum pada tahun 1932 sebagai pengganti Cecil Boden Kloss. Ia adalah ahli burung dan mamalia di Asia Tenggara. Ia menyiapkan volume ketiga dan keempat buku The Birds of the Malay Peninsula karya Herbert Christopher Robinson.

Ia tewas saat mencoba untuk melarikan diri dari Singapura pada awal tahun 1942 setelah tentara Jepang menduduki pulau tersebut. Kapal H.M.S. Giang Bee yang ia naiki ditenggelamkan pada 13 Februari 1942 oleh serangan Jepang. Meskipun begitu, dua anak perempuannya masih bertahan hidup, dan mereka adalah Heather dan Elizabeth.[1]

Referensi

  1. ↑ Michael, Nicholas (13 Mei 2011). ""Frederick Nutter "Mickey" Chasen". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 26 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan