Rabu, 04 November 2026
12:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Franz Lehar

Franz Lehar

Bagikan:
250px-Bain_News_Service_-_Franz_Leh%C3%A1r.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Franz Lehar (1870-1948), Ia adalah seorang kompeser operet Hungaria yang terkenal hingga di seluruh dunia dengan operetnya yang berjudul Die Lustige Witwe (The Merry Widow)

Franz Lehar (lahir, 30 April 1870 di Komarom, Hungaria, Austria-Hungaria - meninggal, 24 Oktober 1948 di Bad Ischl, Austria) adalah serorang komposer operet Hungaria yang mencapai sukses di seluruh dunia dengan Die lustige Witwe (Sang Janda Bahagia).[1][2]

Laher menempuh pendidikan di Praha Conservatory.[2] kemudian Ia memulai karier musiknya karena di dorong oleh Antonin Dvorak, kemudian Lehar pergi ke Austria sebagai bandmaster pada tahun 1890.[1] Pada tahun 1896 ia menghasilkan operetnya Kukuschka.[1] Kemudian Lehar menciptakan gaya baru operet Wina, memperkenalkan lagu-lagu waltz dan imitasi tarian cancan Paris serta elemen satir tertentu.[1] Karena keberhasilannya yang sedemikian rupa sehingga dua tahun kemudian Laher bermain di Buenos Aires dan di lima bioskop secara bersamaan.[1] Banyak operet lain sehingga Lehar menjadi terkenal di Inggris dan Amerika Serikat dengan judul operet menggunakan bahasa Inggris, diantarnya adalah The Man with Three Wives (1908), The Count of Luxembourg (1909), Gypsy Love (1910), and The Land of Smiles (1923).[1] Beberapa karyanya difilmkan, termasuk The Merry Widow dan The Land of Smiles.[1] Dia menulis grand opera tunggal, dengan judul Giuditta (1934) akan tetai judul ini yang kurang berhasil.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Encyclopedia Birtannica". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-01-20. Diakses tanggal 20 Juni 2014.
  2. 1 2 "Encyclopedia". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-07. Diakses tanggal 20 Juni 2014.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi musisi atau pemusik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan