Senin, 26 Oktober 2026
22:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Frans Sisir

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Mei 2016)
Mesakh Frans Rumbino
Lahir
Mesakh Frans Rumbino

(1972-02-11)11 Februari 1972
Nama lainFrans Sisir
PekerjaanMusikus
Masa aktif1990 - sekarang
Pasangan menikahJoyce Jeanny
AnakAnnelo Rumbino

Mesakh Frans Rumbino (lahir 11 Februari 1972) atau lebih dikenal dengan nama Frans Sisir adalah musikus berkebangsaan Indonesia. Dia memiliki keunikan dalam melakukan pertunjukan, yaitu menggunakan sisir dan plastik sebagai alat musik yang suaranya menyerupai tenor saxophone. Ia telah melakukan pertunjukan di berbagai kota di Indonesia, dan beberapa negara dengan sisirnya. Keunikannya dalam bermain musik membawanya kepada pengalaman penting yaitu tampil di ajang bergengsi, Java Jazz Festival, dan tampil di hadapan sejumlah kepala negara seperti Soeharto, Megawati Sukarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Ronald Reagan, Xanana Gusmao, dan Silvio Berlusconi. Stasiun televisi yang pernah mengundangnya tampil antara lain Metro TV, Trans 7, dan RCTI.[1][2]

Kehidupan pribadi

Frans Sisir lahir di sebuah kota kecil, Padaido, Kabupaten Biak, Papua. Sejak kecil dia sudah memiliki bakat musik. Kehidupannya yang tak jauh dari pantai membuat dia dan kawan-kawannya bergaul dengan alam dan binatang laut. Dari benda-benda itulah, dia menggali kemampuan. Tiap hari dia membantu kebutuhan keluarga dengan mencari ikan. Untuk mengusir kejenuhan itu, ia meniup daun dan kerang untuk mengasilkan bunyi-bunyian, meniupkan melodi lagu-lagu daerah. Dari kebiasaan meniup daun dan kerang itulah, secara tak sengaja bereksplorasi dengan sisir dan plastik kresek. Itu dia lakukan ketika mendukung kesebelasan kesayangannya, PSB Biak, dalam pekan olahraga daerah (Porda) di Jayapura. Namun karena yang ada hanya sisir dan plastik, jadilah dia memanfaatkan dua benda sederhana itu untuk menyemangati tim kesebelasannya. Dari situlah dia mulai menyukai dan mendalami tekniknya sehingga menghasilkan suara mirip saxophone.[3]

Pada era 1980-an, Frans mulai merantau ke Jakarta setelah menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri 8 Malang. Mengadu nasib di Jakarta pun Frans belum sepenuhnya mendapat tempat. Ia harus menyanyi dari kafe ke kafe, sampai akhirnya bertemu penyanyi Melky Goeslaw dan diajak bernyanyi di Supit Ministry.[4]

Dari Supit Ministry inilah Frans terus menanjak hingga nama Frans “Sisir” mulai komersial. Setelah mulai dikenal. Dia sering menerima tawaran main musik dari Sabang sampai Merauke, bahkan sampai ke manca negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Belanda, Italia, Amerika Serikat, Papua Nugini, dan Australia.[5]

Satu sel dengan Xanana Gusmao

Kehidupan keras pernah dijalani oleh Frans Sisir tatkala dia menempuh pendidikan di Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Sambil kuliah, dia bekerja sebagai debt collector, profesi yang cukup rawan untuk dijalani. Pilihannya itu, pada tahun 1999 sempat membawanya ke suatu kasus yang memaksa dia berurusan dengan polisi dan mendekam di tahanan Polda Metro Jaya. Setelah dua bulan di penjara Polda, Frans dipindah ke LP Cipinang. Hidup di rutan membuatnya menyadari kesalahannya. Di situlah dia bertemu dengan Xanana Gusmao, mantan presiden dan kini perdana menteri Timor Leste. Bersama Xanana, dia memberikan pelayanan kepada sesama warga binaan dalam bentuk pertunjukan musik.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Situs resmi RCTI, diakses 15 Feb 2015". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-08-29. Diakses tanggal 2015-02-15.
  2. ↑ "Situs resmi Metro TV, diakses 15 Feb 2015". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2005-11-26. Diakses tanggal 2015-02-15.
  3. ↑ "Kesaksian, diakses 15 Feb 2015". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-07-25. Diakses tanggal 2015-02-15.
  4. ↑ "Sinar Harapan, diakses 15 Feb 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-15. Diakses tanggal 2015-02-15.
  5. ↑ "Satria Putra, diakses 15 Feb 2015". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2015-02-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan