Selasa, 27 Oktober 2026
06:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
François Magendie

François Magendie

Bagikan:
François Magendie
250px-Fran%C3%A7ois_Magendie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
François Magendie pada tahun 1822
Lahir6 Oktober 1783
Meninggal7 Oktober 1855(1855-10-07) (umur 72)
Dikenal karenaForamen of Magendie
Karier ilmiah
BidangFisiologi

François Magendie adalah seorang psikolog yang sangat dipengaruhi oleh Charles Bell, karena dia menemukan sesuatu mengenai saraf motorik dan sensorik yang sama dengan penemuan Bell, sehingga penemuan mereka yang dilakukan di dua tempat terpisah itu disebut "Susunan Saraf Bell-Magendie".[1] François Magendie juga terkenal dengan hukum satu arah dalam susunan saraf. Hukum itu mengatakan bahwa konduksi dalam saraf secara normal hanya berjalan searah, jadi tidak bolak-balik.[1] Hukum ini kemudian didasarkan dari konsep tentang aksi refleks. Ia juga disebut sebagai Bapak Farmakologi Eksperimental, karena menggambarkan efek dari penggunaan morfin, emetine, kina, strychnine, dan alkaloid.[1] François Magendie mewarnai perkembangan psikologi sebagai bagian dari ilmu faal pada abad ke-19.[1]

Kehidupan dan Karier

François Magendie lahir pada 6 Oktober 1783 di Bordeaux.[2] Ia merupakan pioner studi mengenai efek obat pada berbagai bagian tubuh.[2] Pada 1831, ia diangkat sebagai seorang profesor di Fakultas Kedokteran College de France.[3] François Magendie adalah seorang yang konservatif, pendiam, tidak banyak bicara, kurang banyak bergaul, berpribadi agak tertutup tetapi sangat terbuka dalam tulisan-tulisan.[1] Ia rajin menulis dalam majalah-majalah ilmiah, tetapi ia sendiri kurang menyempatkan diri untuk membaca karya orang lain, sehingga ia tidak membaca karya Charles Bell.[1] Ia mengakhiri karier sekaligus kehidupannya pada 7 Oktober 1885 di Sannois.[4]

Pemikiran

Pemikiran lain yang terkenal datang dari sosok François Magendie yakni perbedaan-perbedaan karakter atau kepribadian antara dua sarjana yang secara terpisah menghasilkan penemuan yang sama dengan Charles Bell.[1] Ia membuktikan teori Charles Bell pada fungsi motorik akar anterior dan fungsi sensorik dari akar dorsal saraf tulang belakang yang sekarang dikenal sebagai Hukum Bell-Magendie.[5] François Magendie juga menerbitkan ikhtisar yang berjudul Elementaire de physiologie, yang merupakan buku teks fisiologi pertama.[5] Di dalam karya ini ia menunjukkan betapa pentingnya protein dalam diet.[5] Ringkasan-nya Fisiologi adalah yang pertama buku teks fisiologi modern, di mana ia menunjukkan pentingnya protein dalam diet.[5]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Sarwono, Sarlito. 2010. Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi. Jakarta: Bulan Bintang. Hal 48-50.
  2. 1 2 "Francois Magendie". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-05-20. Diakses tanggal 2014-05-03.
  3. ↑ "Francois Magendie". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-09-20. Diakses tanggal 2014-05-03.
  4. ↑ "Francois Magendie". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-28. Diakses tanggal 2014-05-03.
  5. 1 2 3 4 "Francois Magendie". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-28. Diakses tanggal 2014-05-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan