Rabu, 28 Oktober 2026
14:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Francisco de Almeida

Francisco de Almeida

Bagikan:
D. Francisco de Almeida
250px-Retrato_de_D._Francisco_de_Almeida_%28ap%C3%B3s_1545%29_-_Autor_desconhecido.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Viceroy India Portugiske-1
Masa jabatan
12 September 1505 –4 November 1509
Penguasa monarkiManuel I dari Portugal
PendahuluTristão da Cunha (dirancang; tak pernah menjabat)
PenggantiAfonso de Albuquerque
Informasi pribadi
LahirFrancisco de Almeida
Sekitar 1450
Meninggal1 Maret 1510 (umur 59–60)
Table Bay, Tanjung Harapane
PekerjaanPrajurit, penjelajah, viceroy India Portugis
Dikenal karena
Pendirian hegemoni angkatan laut Portugis di Samudra Hindia.

Dom Francisco de Almeida (pengucapan bahasa Portugis: [fɾɐ̃ˈsiʃku dɨ aɫˈmɐjðɐ]), juga dikenal sebagai Great Dom Francisco (s. 1450 – 1 Maret 1510), adalah seorang bangsawan, prajurit dan penjelajah Portugis. Ia mengabdikan diri sebagai penasehat untuk Raja Yohanes II dari Portugal dan kemudian dalam peperangan melawan Moor dan penaklukan Granada pada 1492. Pada 1505, ia diangkat menjadi gubernur dan viceroy pertama India Portugis (Estado da Índia). Almeida dikenal karena mendirikan hegemoni Portugis di Samudra Hindia dengan kemenangannya dalam Pertempuran Diu pada 1509. Sebelum Almeida pulang ke Portugal, ia tewas dalam sebuah konflik dengan penduduk asli di Tanjung Harapan pada 1510. Putra tunggalnya Lourenço de Almeida sebelumnya tewas dalam Pertempuran Chaul.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan