Kamis, 01 Oktober 2026
03:14 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Francis Boyle

Francis Boyle

Bagikan:
Francis Boyle
250px-Francis_Boyle_in_January_2024.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1950-03-25)25 Maret 1950
Chicago, Illinois, Amerika Serikat
Meninggal30 Januari 2025(2025-01-30) (umur 74)
Urbana, Illinois, Amerika Serikat
PendidikanUniversitas Chicago, 1971
Harvard Law School, 1976
Universitas Harvard, 1983
Pekerjaanpengacara hak asasi manusia dan profesor hukum

Francis Anthony Boyle (25 Maret 1950 – 30 Januari 2025)[1] adalah seorang pengacara hak asasi manusia, teoretikus konspirasi COVID-19[2] dan profesor hukum internasional di University of Illinois College of Law.[3] Ia menjabat sebagai pembela untuk Bosnia dan Herzegovina dan mendukung hak penduduk asli dan orang Palestina.

Buku

Referensi

  1. ↑ Prof Francis Boyle; Birth Date: 25 Mar 1950; Champaign, IL. U.S. Public Records Index, 1950–1993, Volume 1.
  2. ↑ "The superspreaders behind top COVID-19 conspiracy theories". AP NEWS. 2021-02-15. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-01-12. Diakses tanggal 2021-02-15.
  3. ↑ "Francis Boyle – University of Illinois College of Law". University of Illinois College of Law. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 24, 2020. Diakses tanggal Desember 10, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Boyle, Francis Anthony, 1950- (2002). The criminality of nuclear deterrence. Atlanta, GA: Clarity Press. ISBN 0-932863-33-7. OCLC 50007944.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  5. ↑ Boyle, Francis Anthony, 1950- (1985). World politics and international law. Durham [N.C.]: Duke University Press. ISBN 0-8223-0609-3. OCLC 11784378. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-03. Diakses tanggal 2021-03-22.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)

Pranala luar

Rekaman

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan