Minggu, 25 Oktober 2026
06:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Francesco Trevisani

Francesco Trevisani

pelukis asal Italia

Bagikan:
250px-Pietro_Ottoboni_by_Francesco_Trevisani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Cardinal Pietro Ottoboni karya Francesco Trevisani. Museum Bowes, Kastel Barnard, County Durham, Inggris.

Francesco Trevisani (9 April 1656 – 30 Juli 1746) adalah seorang pelukis Italia, yang aktif pada awal Rococo atau akhir Baroque (barochetto).

Kehidupan

Lahir di Capodistria, Istria (sekarang Koper di Slovenia, yang kemudian bagian dari Republik Venesia), ia adalah putra dari Antonio Trevisani, seorang arsitek

Ia kemudian menuntut ilmu di Venesia dibawah pengarahan Antonio Zanchi. Ia pindah ke Roma, di mana ia tetap berada disana sampai kematiannya, pada 1678. Saudaranya, Angelo Trevisani menjadi pelukis terkenal di Venesia.

Di Roma, ia didukung oleh Kardinal Pietro Ottoboni. Ia sangat dipengaruhi oleh Carlo Maratta

Ia menjadi anggota Akademi Arcadia pada 1712.

Trevisani wafat di Roma pada 1746.

Referensi

  • Di Federico, F.R. (1977). Francesco Trevisani: Eighteenth-Century Painter in Rome. Washington DC.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Review of Francesco Trevisani: Eighteenth-Century Painter in Rome. Francis H. Dowley. The Art Bulletin (1979) pp. 146–151.
  • Bryan, Michael (1889). Walter Armstrong & Robert Edmund Graves (ed.). Dictionary of Painters and Engravers, Biographical and Critical (Volume II L-Z). York St. #4, Covent Garden, London; Original from Fogg Library, Digitized May 18, 2007: George Bell and Sons. hlm. 585. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-25. Diakses tanggal 2014-06-03.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan