Senin, 19 Oktober 2026
09:17 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Fosforus putih

Bagikan:

Fosforus putih, fosforus kuning, atau sederhana disebut tetrafosfor (P4) adalah sebuah alotrop fosfor. Zat ini berupa padatan lilin tembus cahaya yang cepat menguning ketika terkena cahaya (akibat konversi fotokimia menjadi fosfor merah).[1] Karena alasan ini, fosfor putih yang tidak murni disebut fosfor kuning. Fosfor putih adalah bentuk allotrop pertama dari fosfor yang ditemukan, pertama kali diisolasi pada 1669 oleh Henning Brand.[2] Sampel laboratorium fosfor putih dengan kemurnian tinggi biasanya diperoleh melalui redistilasi dan rekristalisasi dari fosfor kuning komersial.

Dalam atmosfer yang mengandung oksigen, fosfor putih akan memancarkan cahaya hijau samar ketika tidak ada cahaya. Fosfor putih juga sangat mudah terbakar dan pirofisik (dapat menyala sendiri pada suhu dan tekanan standar) ketika bersentuhan dengan udara. Zat ini bersifat toksik, dapat menyebabkan kerusakan parah pada hati jika tertelan, serta phossy jaw akibat paparan kronis melalui konsumsi atau inhalasi. Pembakaran bentuk ini menghasilkan bau khas seperti bawang putih, dan sampel biasanya dilapisi dengan "difosfor pentoksida" putih, yang terdiri atas tetrahedra P4O10 dengan oksigen yang tersisip di antara atom fosfor dan pada puncaknya. Fosfor putih hanya sedikit larut dalam air dan dapat disimpan di bawah air. P4 larut dalam benzena, minyak, karbon disulfida, dan disulfur diklorida.

Referensi

  1. ↑ "White phosphorus". American Chemical Society (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-10.
  2. ↑ Weeks, Mary Elvira (1932). "The discovery of the elements. II. Elements known to the alchemists". Journal of Chemical Education. 9 (1): 11. Bibcode:1932JChEd...9...11W. doi:10.1021/ed009p11.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan