Senin, 02 November 2026
19:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Formasi Nemegt

Bagikan:

Formasi Nemegt (atau Nemegtskaya Svita) adalah sebuah formasi geologi penting di Gurun Gobi, wilayah selatan Mongolia. Formasi ini berasal dari periode Kapur Akhir (sekitar sub-kala Maastrichtian) dan terkenal di seluruh dunia karena menyimpan salah satu rekam jejak fosil dinosaurus paling beragam dan terlestarikan dengan sangat baik.

Secara geografis, formasi ini terletak di Cekungan Nemegt (populer dijuluki sebagai "Lembah Naga-Naga"). Wilayah ini berbatasan dan tumpang tindih secara stratigrafi dengan Formasi Baruungoyot yang berusia sedikit lebih tua.

Geologi dan Penomoran Usia

Formasi Nemegt tersusun atas batuan sedimen berupa batu lumpur (mudstone) dan batu pasir (sandstone) yang tebalnya mencapai lebih dari 235 meter. Sedimen ini terbentuk melalui proses pengendapan sungai purba (fluvial), dataran banjir, serta danau-danau pedalaman yang dangkal.

Penanggalan Kronologis

Hingga saat ini, penanggalan absolut untuk Formasi Nemegt masih terus diteliti karena absennya lapisan abu vulkanik murni (yang biasanya digunakan untuk penanggalan radiometrik).

  • Perkiraan Umur: Berdasarkan studi biostratigrafi (perbandingan fosil antarlapisan) dan magnetostratigrafi, formasi ini diperkirakan berusia 70 hingga 66 juta tahun yang lalu (Kapur Akhir, sub-kala Maastrichtian).
  • Penelitian Terbaru: Analisis penanggalan Uranium-Timbal ($U-Pb$) pada sampel gigi Tarbosaurus (diterbitkan sekitar tahun 2023) menunjukkan angka penanggalan sekitar $66.7 \pm 2.5$ juta tahun lalu, memperkuat indikasi bahwa formasi ini aktif mengendap hingga mendekati peristiwa kepunahan massal K-Pg.

Pembagian Lapisan

Secara informal, Formasi Nemegt dibagi menjadi tiga unit utama:

  1. Unit Bawah: Didominasi oleh endapan saluran sungai berarus kuat (pasir kasar dan kerikil).
  2. Unit Tengah: Kombinasi dataran banjir alluvial dan rawa-rawa pedalaman.
  3. Unit Atas: Didominasi oleh lingkungan lakustrin (danau dangkal) dan endapan limpasan banjir (sheetflood) yang menandakan transisi iklim yang mulai mengering secara perlahan.

Paleoekologi dan Iklim Purba

Berbeda total dengan iklim Gurun Gobi modern yang gersang dan dingin, lingkungan Formasi Nemegt pada akhir masa Mesozoikum adalah ekosistem lahan basah yang subur.

  • Sistem Perairan: Dataran ini dialiri oleh sungai-sungai besar berliku (meandering rivers) yang membawa suplai air konstan dari pegunungan di sekitarnya.
  • Flora (Tumbuhan): Hutan purba di wilayah ini didominasi oleh konifer purba dari keluarga Araucariaceae (seperti pohon pinus Norfolk modern), pohon ginkgo, serta tumbuhan berbunga (angiospermae) awal yang bervariasi mulai dari kerabat pohon sycamore hingga tanaman air sejenis eceng gondok purba (duckweeds).

Ketersediaan air dan biomassa tumbuhan yang melimpah inilah yang mampu menopang kehidupan populasi dinosaurus raksasa dengan rantai makanan yang sangat kompleks.

Paleofauna (Kehidupan Purba)

Keanekaragaman fauna di Formasi Nemegt menjadikannya salah satu situs paleontologi paling produktif di Asia. Fosil yang ditemukan mencakup ikan, penyu, buaya purba, mamalia kecil, burung, serta puluhan genus dinosaurus.

Berikut adalah klasifikasi dinosaurus utama yang ditemukan di Formasi Nemegt:

1. Theropoda (Dinosaurus Predator dan Burung)

Formasi ini dihuni oleh pemangsa puncak (apex predator) berukuran raksasa hingga dinosaurus berbulu yang adaptif.

2. Sauropoda (Dinosaurus Leher Panjang)

Meskipun tidak mendominasi, raksasa pemakan pohon tinggi terwakili dengan baik di lapisan ini melalui kelompok Titanosauria:

3. Ornithischia (Dinosaurus Berpinggul Burung)

Kelompok pemakan tumbuhan berparuh ini menjadi mangsa utama bagi para Tyrannosauridae.

Sejarah Eksplorasi

Penelitian di Cekungan Nemegt dimulai pada pertengahan abad ke-20 dan menjadi simbol kerja sama sains internasional era Perang Dingin.

  • Ekspedisi Akademi Sains Uni Soviet (1946–1949): Dipimpin oleh Efremov, ekspedisi ini berhasil memetakan wilayah geologi Nemegt dan menemukan fosil raksasa pertama seperti Tarbosaurus dan Saurolophus.
  • Ekspedisi Paleontologi Polandia-Mongolia (1960-an–1970-an): Dipimpin oleh Profesor Zofia Kielan-Jaworowska, ekspedisi legendaris ini menemukan banyak fosil penting, termasuk lengan misterius Deinocheirus dan dinosaurus berperisai Tarchia.
  • Ekspedisi Modern (1990-an–Sekarang): Proyek dinosaurus bersama antara Mongolia dengan institusi barat (seperti AMNH Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan) berhasil melengkapi teka-teki taksonomi satwa Nemegt, termasuk menemukan kerangka utuh Deinocheirus pada medio 2014.

Lihat Pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan