Minggu, 27 September 2026
13:08 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kalak-kalik

Kalak-kalik

sirkuit elektronik dengan dua arus stabil

250px-Transistor_Bistable_interactive_animated-id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram animasi pasak SR interaktif (R1, R2 = 1 kΩ, R3, R4 = 10 kΩ)
250px-R-S_mk2.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pasak RS, yang dihubungkan dengan gerbang logika NOR.
250px-Rangkian_lampu_led_pada_flip_flop_elektronika.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rangkaian elektronika pada lampu pasak tak stabil

Pada elektronik, sebuah kalak-kalik atau pasak (bahasa Inggris:flip-flop, latch) merupakan rangkaian elektronik yang memiliki dua arus stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Sebuah pasak merupakan multivibrator dwistabil (bistable multivibrator). Rangkaian ini dapat dibuat untuk mengubah arus sinyal yang dimasukkan pada satu atau lebih masukan kendali dan akan memiliki satu atau dua keluaran. Ini merupakan unsur penyimpanan dasar pada logika sekuensial. Kalak-kalik (flip-flop) dan pasak (latch) merupakan bagian penting dalam sistem elektronik digital yang digunakan pada komputer, komunikasi, dan jenis lain dari sistem.

Kalak-kalik dan pasak digunakan sebagai unsur penyimpan data, seperti penyimpan data yang dapat digunakan untuk menyimpan memori, atau seperti rangkaian yang dijelaskan pada logika sekuensial. Ketika menggunakan memori hanya baca (read-only memory), keluaran dan keadaan selanjutnya tidak hanya bergantung pada masukan awalnya saja, tetapi pula pada keadaan yang sekarang. Kalak-kalik juga dapat digunakan untuk menghitung detak, dan untuk menyinkron masukan sinyal waktu peubah untuk beberapa sinyal waktu yang dirujuk.

Kalak-kalik dapat digunakan secara sederhana yaitu dengan menggunakan clock; sedangkan yang paling sederhana dinamakan pasak.[1] Kata "pasak" lebih biasa digunakan untuk menyimpan data yang ada, sementara clocked devices dapat digolongkan sebagai kalak-kalik.[2]

Kalak-kalik dan pasak digunakan sebagai unsur penyimpanan data. Penyimpanan data ini digunakan untuk menyimpan state (keadaan) pada ilmu komputer, dan rangkaian ini merupakan logika sekuensial. Saat digunakan di mesin finite-state (keadaan terbatas), hasil keluaran dan state selanjutnya bergantung bukan hanya kepada keadaannya saat ini, tetapi juga kepada state saat ini (dan karena itu, masukan sebelumnya juga). Rangkaian juga dapat digunakan untuk menghitung bunyi teratur dan sinkronisasi sinyal.

Sejarah

330px-Eccles-Jordan_trigger_circuit_flip-flip_drawings.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skematik pasak dari Patent Eccles dan Jordan Paten yang diberikan pada tahun 1918, satu gambar dari amplifier dengan pola balik positif, dan pasangan silang simetrik yang lain

Pasak elektronik pertama ditemukan pada tahun 1918 oleh William Eccless dan F. W. Jordan[3][4]

Awalnya dinamai Rangkaian Picu Eccles-Jordan dan berisi dua elemen aktif (tabung vakum).[5] Seperti versi rangkaian dan transistornya yang sering dijumpai pada komputer walaupun setelah penemuan dari rangkaian terpadu, melalui flip-flop yang dibuat dari gerbang logika yang kita kenal sekarang.[6][7] Flip-flop awal dikenal sebagai rangkaian picu (trigger circuit) atau multivibrator.

Jenis-jenis flip-flop

Flip-flop atau pasak dapat dibagi dalam beberapa jenis umum: SR ("set-reset"), D ("data" atau "delay"),[8] T ("toggle"), dan jenis JK adalah salah satu bentuk umumnya. Terdapat perbedaan prinsip di antara 4 jenis flip-flop tersebut.

Catatan kaki

  1. ↑ Pedroni, Volnei A. (2008). Digital electronics and design with VHDL. Morgan Kaufmann. hlm. 329. ISBN 978-0-12-374270-4.
  2. ↑ Latches and Flip Flops Diarsipkan 2016-10-05 di Wayback Machine. (EE 42/100 Lecture 24 from Berkeley) "...Sometimes the terms flip-flop and latch are used interchangeably..."
  3. ↑ William Henry Eccles and Frank Wilfred Jordan, "Improvements in ionic relays Diarsipkan 2008-10-12 di Wayback Machine." British patent number: GB 148582 (filed: 21 June 1918; published: 5 August 1920).
  4. ↑ W. H. Eccles and F. W. Jordan (19 September 1919) "A trigger relay utilizing three-electrode thermionic vacuum tubes," The Electrician, vol. 83, page 298. Reprinted in: Radio Review, vol. 1, no. 3, pages 143–146 (December 1919).
  5. ↑ Emerson W. Pugh, Lyle R. Johnson, John H. Palmer (1991). IBM's 360 and early 370 systems. MIT Press. hlm. 10. ISBN 978-0-262-16123-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-22. Diakses tanggal 2013-04-16.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Earl D. Gates (2000-12-01). Introduction to electronics (Edisi 4th). Delmar Thomson (Cengage) Learning. hlm. 299. ISBN 978-0-7668-1698-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-22. Diakses tanggal 2013-04-16.
  7. ↑ Max Fogiel and You-Liang Gu (1998). The Electronics problem solver, Volume 1 (Edisi revised). Research & Education Assoc. hlm. 1223. ISBN 978-0-87891-543-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-22. Diakses tanggal 2013-04-16.
  8. ↑ Sajjan G. Shiva (2000). Computer design and architecture (Edisi 3rd). CRC Press. hlm. 81. ISBN 978-0-8247-0368-4.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Flip-flops.


Ikon rintisan

Artikel bertopik elektronika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan