Kamis, 05 November 2026
05:35 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Fiksi aneh

Fiksi aneh

Sub-genre fiksi pada akhir abad ke-19 dan ke-20

Bagikan:
Subgenre fiksi spekulatif yang menggabungkan elemen horor, fantasi, dan fiksi ilmiahTemplat:SHORTDESC:Subgenre fiksi spekulatif yang menggabungkan elemen horor, fantasi, dan fiksi ilmiah
250px-Weird_Tales_October_1934.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul Fiksi aneh edisi Oktober 1934

Fiksi aneh (bahasa Inggris:weird fiction) adalah sebuah subgenre fiksi spekulatif yang muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Subgenre ini melampaui batas-batas tradisional cerita horor gotik, fantasi, dan fiksi ilmiah dengan berfokus pada konsep ketakutan terhadap hal-hal yang tidak diketahui (the unknown), ancaman kosmis, dan pelanggaran hukum alam yang tidak dapat dijelaskan secara rasional.[1]

Ciri khas utama dari fiksi aneh adalah penolakannya terhadap monster-monster tradisional dongeng atau horor klasik seperti vampir, hantu, atau manusia serigala dan menggantinya dengan entitas alien, kultus kuno, atau anomali dimensi yang memicu kengerian eksistensial bagi umat manusia.[2]

Sejarah dan Perkembangan

Asal-usul (Akhir Abad ke-19)

Fiksi aneh berakar dari tradisi cerita hantu Gotik abad ke-19, tetapi mulai memisahkan diri ketika para penulis mulai memasukkan unsur sains dan skeptisime modern ke dalam karya mereka. Beberapa pelopor awal subgenre ini antara lain Edgar Allan Poe, Sheridan Le Fanu, dan Ambrose Bierce. Penulis asal Wales, Arthur Machen, dan penulis asal Inggris, Algernon Blackwood, memperluas konsep ini dengan mengeksplorasi tema-tema pagan kuno dan dimensi alam gaib yang tersembunyi di balik realitas sehari-hari.

Era Emas *Weird Tales* (1920-an – 1930-an)

Istilah "fiksi aneh" mengalami institusionalisasi berkat majalah pulp Amerika Serikat legendaris bernama Weird Tales yang pertama kali terbit pada tahun 1923. Majalah ini menjadi wadah bagi para penulis fiksi aneh paling berpengaruh dalam sejarah.

Tokoh paling sentral pada era ini adalah H. P. Lovecraft, yang mendefinisikan subgenre ini melalui esai teoretisnya, Supernatural Horror in Literature (1927). Lovecraft mengembangkan gaya "Horor Kosmis" (Cosmic Horror) atau Cthulhu Mythos, sebuah konsep fiksi yang menyatakan bahwa manusia adalah entitas tidak berarti di alam semesta yang dikelilingi oleh dewa-dewa kuno yang kejam dan tak peduli. Bersama dengan rekan-rekannya seperti Clark Ashton Smith dan Robert E. Howard (pencipta Conan the Barbarian), mereka membentuk inti dari era fiksi aneh klasik.[1]

Pasca-Perang Dunia II hingga Akhir Abad ke-20

Setelah penutupan era keemasan Weird Tales, tradisi fiksi aneh dilestarikan oleh penerbit khusus seperti Arkham House. Penulis seperti Joseph Payne Brennan, Shirley Jackson, dan Ramsey Campbell terus mengeksplorasi ketakutan psikologis dan aneh dengan gaya yang lebih modern, menjembatani era Lovecraft dengan kebangkitan fiksi horor populer pada dekade 1970-an yang dipimpin oleh Stephen King.

Karakteristik Utama

Fiksi aneh memiliki beberapa elemen naratif yang membedakannya dari genre horor konvensional:

  • Horor Kosmis dan Eksistensial: Ketakutan tidak bersumber dari kejahatan moral manusia, melainkan dari kenyataan bahwa alam semesta ini sangat luas, asing, dan tidak peduli terhadap keberadaan umat manusia.
  • Anomali Amorf dan Tak Terlukiskan: Monster atau entitas dalam fiksi aneh sering kali digambarkan tidak memiliki wujud tetap, multi-dimensi, atau memiliki penampilan yang begitu asing sehingga membuat karakter yang melihatnya mengalami kegilaan (contoh: makhluk slime amorf atau protoplasma).
  • Ketiadaan Solusi Religius atau Sains: Berbeda dengan cerita Gotik di mana iblis bisa diusir dengan doa atau simbol suci, atau fiksi ilmiah di mana monster bisa dikalahkan dengan teknologi, dalam fiksi aneh, sains manusia dan agama sering kali sama sekali tidak berguna menghadapi ancaman yang ada.
  • Sensasi "The Uncanny": Menghadirkan situasi di mana hal-hal yang awalnya terasa akrab dan normal secara perlahan berubah menjadi sesuatu yang asing, kelam, dan mengerikan.

The New Weird (Fiksi Aneh Baru)

Pada akhir dekade 1990-an dan awal 2000-an, subgenre ini mengalami kebangkitan modern yang dikenal sebagai The New Weird. Gerakan sastra ini digawangi oleh penulis seperti China Miéville, Jeff VanderMeer (penulis novel Annihilation), dan Thomas Ligotti.

  • The New Weird* secara sadar meruntuhkan sekat antara fantasi tinggi, fiksi ilmiah, dan horor makabre dengan latar dunia yang sering kali terinspirasi dari kota-kota metropolitan modern yang membusuk, realitas alternatif, serta biologi spekulatif yang aneh.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Joshi, S. T. (1990). The Weird Tale. University of Texas Press. hlm. 1-11. ISBN 978-0292790506.
  2. 1 2 VanderMeer, Ann; VanderMeer, Jeff (2012). The Weird: A Compendium of Strange and Dark Stories. Tor Books. hlm. xv–xx. ISBN 978-0765333629.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan