Ficus ribes tumbuh sebagai pohon yang dapat mencapai ketinggian hingga sekitar 20 meter. Bagian ranting yang masih muda ditutupi rambut halus menyerupai sikat tegak berwarna kecokelatan; pada beberapa ruasnya dapat dijumpai kelenjar lilin, meski tidak selalu ada, dan bagian dalam ranting bisa berupa rongga maupun padat.
Susunan daun pada tumbuhan ini agak berseling, meskipun pada bagian tertentu tampak hampir berhadapan. Teksturnya menyerupai kertas tipis. Bentuk helai daun yang sudah dewasa bervariasi, mulai dari melanset terbalik, agak membundar telur terbalik, hingga lonjong, dengan ukuran panjang berkisar 6 hingga 18 sentimeter (dapat mencapai kisaran 2-29 cm) dan lebar sekitar 1,5 hingga 5,5 sentimeter, dengan bentuk yang sedikit tidak simetris. Ujung daun meruncing, kadang menyerupai ekor, sementara pangkal daunnya membaji hingga menumpul. Bagian tepi daun bergerigi, terutama menjelang ujungnya.
Permukaan atas daun dapat berambut halus kecokelatan-keputihan atau licin tanpa rambut, sedangkan permukaan bawahnya berambut pendek dan agak kaku, terutama di sepanjang tulang daun. Jumlah pasangan tulang daun sisi berkisar antara 6 hingga 10 pasang.
Habitat dan Penyebaran
Ficus ribes tumbuh secara alami pada bioma hutan tropis basah. Daerah sebarannya membentang cukup luas, mencakup Kepulauan Andaman, Myanmar, Semenanjung Malaya, hingga kawasan Malesia bagian barat. Secara lebih rinci, kehadiran spesies ini tercatat di Kepulauan Andaman, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Semenanjung Malaya, Myanmar, Filipina, Sumatera, dan Thailand.
Nama Daerah
Beberapa nama lokal yang digunakan untuk menyebut tumbuhan ini antara lain kopeng buring preh dan, khususnya di kalangan masyarakat Batak, simargalagala[1]
Referensi
- ↑ "Ficus ribes | Plantamor Database". plantamor.com. Diakses tanggal 2026-08-03.