Senin, 26 Oktober 2026
23:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Fi'il Mudhori'

kata kerja dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menunjuk peristiwa sekarang dan masa depan

Bagikan:
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "Fi'il Mudhori'" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Fi'il Muḍāri'[note 1] (bahasa Arab:الفعل المضارع) adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjuk peristiwa sekarang dan masa depan.

Tasrif, struktur dan hukum

Struktur dan tasrif

Berdasarkan strukturnya, perubahan kata dalam Fi'il Mudhori' selalu disesuaikan dengan enam kata ganti, yakni:

  • اَنَا
  • اَنْتَ
  • اَنْتِ
  • هُوَ
  • هِيَ
  • نَحْنُ

Contoh dasar

  • اَنَا ← اَعْمَلُ
  • اَنْتَ ← تَعْمَلُ
  • اَنْتِ ← تَعْمَليْنَ
  • هُوَ ← يَعْمَلُ
  • هِيَ ← تَعْمَلُ
  • نَحْنُ ← نَعْمَلُ

Untuk kata kerja yang menunjukkan peristiwa masa depan, tambahkan prefiks س.

Contoh:

سَاَعْمَلُ

Artinya: Saya akan bekerja

Tasrif

Kata dasar: a'saro

Dhomir Fi'il Mudhori'
هُوَ يَفْعَلُ
هُمَا (lk) يَفْعَلَانِ
هُمْ يَفْعَلُوْنَ
هِيَ تَفْعَلُ
هُمَا (pr) تَفْعَلَانِ
هُنَّ يَفْعَلْنَ
اَنْتَ تَفْعَلُ
اَنْتُمَا (lk) تَفْعَلَانِ
اَنْتُمْ تَفْعَلُوْنَ
اَنْتِ تَفْعَلِيْنَ
اَنْتُمَا (pr) تَفْعَلَانِ
اَنْتُنَّ تَفْعَلْنَ
اَنَا اَفْعَلُ
نَحْنُ نَفْعَلُ

Hukum

Fi'il Mudhori' dapat ditinjau dari segi awal dan akhirnya.

Segi awal

Jika ditinjau dari segi awalnya, maka Fi'il Mudhori' harus diawali oleh salah satu huruf tambahan : alif, nun, ya’ atau ta’, empat huruf ini terkumpul dalam lafaz (أنيت).

Segi akhir

Jika ditinjau dari segi akhirnya, maka Fi'il Mudhori' kebanyakannya adalah mu’rab dan terkadang pada beberapa keadaan adalah mabni.

Contoh:

  • Mabni dengan sukun

Fi'il Mudhori' menjadi mabni dengan sukun ketika bersambung dengan nun al-inats, misalnya:

[note 2][1]وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ

  • Mabni dengan fathah

Fi'il Mudhori' menjadi mabni dengan fathah ketika bersambung dengan nun at-taukid (nun yang ditambahkan pada akhir fi’il yang berfungsi untuk memberi penekanan pada makna fi’il itu), misalnya:

[note 3][2]لَنُخْرِجَنَّكَ

  • Mu'rab dengan harakat (baris)

Fi'il Mudhori' menjadi mu'rab dengan harakat jika tidak bersambung dengan alif al-itsnain, waw al-jama’ah atau ya’ al-mukhatabah, contohnya:

[note 4]يذهبُ – لن يذهبَ – لم يذهبْ

  • Mu'rab dengan huruf

Fi'il Mudhori' menjadi mu'rab dengan huruf jika Fi'il Mudhori' bersambung dengan alif al-itsnain, waw al-jama’ah atau ya’ al-mukhatabah, contohnya:

[3]يذهبان – يذهبون – تذهبين

Catatan

  1. ↑ Disebut juga Fiil Mudhari, Fi'il Mudhari, Fiil Mudhori, Fi'il Mudhori.
  2. ↑ Kata (يرضعن) di sini adalah fi’il mudhari yang mabni karena bersambung dengan nun al-inats di akhirnya.
  3. ↑ Pada kata (نخرجنك) terdapat nun taukid yang menyebabkan kata tersebut mabni dengan fathah.
  4. ↑ Kita bisa perhatikan bahwa ketika fi’il mudhari’ (يذهب) dimasuki oleh (لن) yang merupakan salah satu huruf yang menashabkan fi’il mudhari, harakatnya berubah menjadi fathah, begitu pula saat fi’il ini dimasuki oleh (لم) yang merupakan salah satu huruf yang menjazamkan fi’il mudhari maka harakatnya berubah menjadi sukun, begitu halnya ketika fi’il mudhari ini tak dimasuki oleh amil nashab atau amil jazam, harakat akhirnya adalah dhammah.

Rujukan

  1. ↑ QS. Al-Baqarah: 233
  2. ↑ QS. Al-A'raf: 88
  3. ↑ Al-Mumti’ fi Syarh Al-Ajurrumiyyah, Malik bin Salim Al-Mahdzari, 61.

Lihat pula

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa dan sastra Arab ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan