Kamis, 24 September 2026
07:22 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Ferry Kock

Ferry Kock

Aktor dan penyanyi Indonesia (1904-1946)

Frederik de Kock (16 Januari 1904 – 23 Juni 1946) adalah seorang aktor dan penyanyi Indonesia yang aktif pada tahun 1930an dan 1940an. Dia adalah salah satu dari lima bintang teratas Dardanella, bersama Devi Dja, Astaman, Tan Tjeng Bok, dan Miss Riboet II.[1][2][3]

Ferry Kock
250px-Ferry_Kock_p51.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ferry Kock dengan banjonya bisa merayu hati ratusan penonton, 1929
Lahir
Frederik de Kock

(1904-01-16)16 Januari 1904
Meninggal23 Juni 1946(1946-06-23) (umur 42)
Tempat pemakaman
Europese Begraafplaats Cemetery, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta
PekerjaanAktor, Penyanyi
Masa aktif1929-1946
Pasangan menikahDewi Mada
KeluargaEddy Kock (adik)

Biografi

Frederik de Kock lahir pada 16 Januari 1904 di Duymaer van Twist, sebuah kapal kargo milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij, perusahaan pelayaran Hindia Belanda yang terletak di Ambon.[4] Ia memiliki adik laki-laki, Eduard de Kock, seorang aktor, lahir pada tahun 1905, kemudian dikenal sebagai Eddy Kock dan membintangi Kedok Ketawa (1940).[5][6]

Kehidupan Pribadi

Ferry Kock adalah seorang Kristen Protestan (Protestanisme). Ia menikah dengan Noni Magdalena yang kemudian menjadi aktris dan menggunakan nama panggung Dewi Mada, pasangan ini kemudian bergabung dengan rombongan Dardanella dan membintangi bersama Rentjong Atjeh (1940) dan Matula (1941). Pernikahan mereka berlangsung hingga kematian Kock & Mada.[7]

Karier

Ferry Kock memulai debut filmnya di Dr. Samsi (1937), sebuah film drama yang diadaptasi dari naskah drama modern karya Andjar Asmara. Film ini diproduksi di Calcutta, British Raj (kini India), dengan bantuan studio Radha Film Coy, dan diiklankan sebagai film berbahasa Melayu pertama yang dibuat di India. Film tersebut kemudian menyebabkan krisis keuangan dan membagi Dardanella menjadi dua kelompok. Rombongan Willy A. Piedro kemudian melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat, dan rombongan Andjar Asmara kembali ke Hindia Belanda, termasuk Kock.

Pada tahun 1940, Kock dan istrinya direkrut oleh The Teng Chun untuk memulai karier di industri film. Ia bersama istrinya kemudian membintangi Rentjong Atjeh (1940), di mana ia menyanyikan Oh Ajah dan Iboekoe karya Mas Sardi, dan lagu-lagu tersebut kemudian diterbitkan menjadi buku untuk publisitas oleh Departemen Musik JIF.[8][9]

Peristiwa Kematian Ferry Kock

Pada bulan Juni 1946, Ferry Kock dan istrinya tampil bersama rombongan mereka di Tegal, Jawa Tengah, untuk Lasjkar Rakjat. Ferry Kock menjadi wasit sepak bola yang berada salah satu Stadion di Tegal.

Selama pertandingan sepak bola pada tanggal 23 Juni 1946, tiba-tiba dia mendadak muntah darah dan kemudian jatuh pingsan. CPR dilakukan padanya dan dia dilarikan ke rumah sakit. Dan pada malam harinya setelah dirawat intensif, Ferry Kock meninggal pada usia 42 tahun.[10] Ia dimakamkan di Pemakaman Europese Begraafplaats, Kepulauan Seribu, Jakarta. Pemakaman yang dihadiri warga Tegal dan diiringi lagu Djauh Dimata, sesuai wasiatnya.

Dua tahun setelah Ferry Kock, Dewi Mada telah meninggal dunia menyusul sang suami pada tahun 1947 di Cirebon, Jawa Barat.

Filmografi

Referensi

  1. "IdFilmCenter". www.indonesianfilmcenter.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-25.
  2. "Ferry Kock". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2024-08-25.
  3. "Ferry Kock | Actor, Writer". IMDb (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-08-25.
  4. Hadimadja, Ramadhan Karta (1982). Gelombang hidupku: Dewi Dja dari Dardanella. Penerbit Sinar Harapan.
  5. Hadimadja, Ramadhan Karta (1982). Gelombang hidupku: Dewi Dja dari Dardanella. Penerbit Sinar Harapan.
  6. Erkelens, Jaap (2022). Dardanella: perintis teater Indonesia modern duta kesenian Indonesia melanglang buana. Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-623-346-197-9.
  7. Erkelens, Jaap (2022). Dardanella: perintis teater Indonesia modern duta kesenian Indonesia melanglang buana. Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-623-346-197-9.
  8. Abdullah, Taufik; Biran, Misbach Yusa; Ardan, S. M. (1993). Film indonesia: bagian I : 1900-1950. Dewan Film Nasional.
  9. Ago, Mufteein #indonesia • 7 Years (2018-01-04). "REVIEW OLD ACTION FILM: RENTJONG ATJEH(BILINGUAL)". Steemit (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-25.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  10. Erkelens, Jaap (2022). Dardanella: perintis teater Indonesia modern duta kesenian Indonesia melanglang buana. Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-623-346-197-9.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan