Rabu, 14 Oktober 2026
10:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Fan Kuan

Fan Kuan

Bagikan:
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Fan.
Fan Kuan
250px-Fan_Kuan_-_Travelers_Among_Mountains_and_Streams_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengembara di antara Pegunungan dan Sungai (谿山行旅), tinta dan warna lembut di atas sutra, ukuran 6¾ ft x 2½ ft.[1] Museum Nasional Istana, Taipei[2]
Lahirsekitar 960
Meninggalsekitar 1030
Dikenal karenaLukisan lanskap

Fan Kuan (Hanzi:范寬; Pinyin:Fàn Kuān; Wade–Giles:Fan K’uan) adalah nama samaran dari Fan Zhongzheng (sekitar 960–1030),[1][3] nama kehormatan Zhongli, adalah pelukis lanskap terkenal di masa Dinasti Song, Tiongkok.

Pengembara di antara Pegunungan dan Sungai, merupakan lukisan gulir gantung setinggi 2 meter karya Fan Kuan yang paling terkenal dan menjadi lukisan yang berpengaruh di sekolah Song Utara. Lukisan ini membangun momentum yang ideal dan sering dijadikan inspirasi oleh para pelukis lanskap setelahnya.[4] Lukisan ini pernah hilang tetapi berhasil ditemukan kembali pada tahun 1958.[5]

Catatan

  1. 1 2 Ebrey, Cambridge Illustrated History of China, 162.
  2. ↑ Liu, 50.
  3. ↑ Conrad Schirokauer; Miranda Brown; David Lurie; Suzanne Gay (1 Januari 2012). A Brief History of Chinese and Japanese Civilizations. Cengage Learning. hlm. 223. ISBN 0-495-91322-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-17. Diakses tanggal 2019-11-05.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Sullivan, The Arts of China, 179.
  5. ↑ Sullivan, The Arts of China, 180.

Referensi

  • Liu, Pingheng (1989). Shui mo yin yun, qi yun sheng dong de Zhongguo hui hua (水墨絪縕, 氣韻生動的中國繪畫) = Misty and Lively Chinese Painting. Taibei Shi: Guo li li shi bo wu guan (國立歷史博物館).
  • Ebrey, Patricia Buckley. The Cambridge Illustrated History of China. Cambridge: Cambridge University Press, 1999.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fan Kuan.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan